> Artinya :”
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan
menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima),seperti orang yang
menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada
Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di
atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia
bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang
mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
kafir.” (QS.Al – Baqarah ayat 264)
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat Datang di Blog kami semoga Bermanfaat..aamiin.
Tampilkan postingan dengan label Kajian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Januari 2017
SUDAHKAH ANDA RIYA’ HARI INI ?
Selasa, 17 Januari 2017
SHALAT JUMAT DIJAMAK DENGAN ASHAR ?
Mohon bimbingan dan petunjuk tentang
masalah sebagai berikut:
1.
Tentang salat jamak qasar antara
salat Jum’at dengan salat Asar. Ada ulama yang mengatakan bahwa beliau belum
menemukan hadis sahih tentang masalah itu, sehingga beliau tidak
melaksanakannya, tetapi justru kebanyakan warga Muhammadiyah melaksanakannya.
2.
Tentang mengimami orang mnukim oleh
musafir dalam salat Zuhur berjama’ah. Ini saya alami sendiri, karena saya
dituakan maka saya dipersilahkan mengimami salat jamaah Zuhur yang makmumnya
sebahagian mukim dan sebahagian musafir. Sebelum saya memulai salat Zuhur,
seorang rekan yang lebih senior dalam jabatan di Muhammadiyah berbisik kepada
saya, agar saya mencukupkan Zuhur 4 rakaat, kemudian nanti Asar 2 rakaat saja.
Rekan tersebut juga musafir. Maka keadaan inilah yang saya lakukan dengan niat
karena Allah mengimami orang mukim, kemudian nanti mengimami juga orang musafir
dalam salat Asar 2 rakaat. Ternyata kemudian muncul pro dan kontra, malah saya
digelari bapak empat-dua.
Jumat, 13 Januari 2017
WAKTU HUJAN KESEMPATAN UNTUK BERDOA
Benar
bahwa di antara waktu terkabulnya doa adalah tatkala turun hujan.
Dalilnya sebagai berkut:
Dalilnya sebagai berkut:
Artinya:
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : Bertemunya dua pasukan,
Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.” (HR. Baihaqi)
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : Bertemunya dua pasukan,
Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.” (HR. Baihaqi)
Juga sabda beliau:
Artinya:
“Dua do’a yang tidak akan ditolak: do’a ketika adzan dan do’a ketika ketika
turunnya hujan.” (HR. Hakin dan Baihaqi)
Adapun doa yang sering
dipanjatkan Rasulullah saw tatkala hujan turun adalah sebagai berikut:
“Allahumma
shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”
Dalilnya:
”Nabi
shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau
mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada
kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari). Wallahu a’lam
mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada
kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari). Wallahu a’lam
Jumat, 08 April 2016
" April Mop : Hari Dimana Umat Islam Dibantai "

Silaturrahim Donatur Panti Asuhan
Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?
Sejarah April Mop
Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.
| Silaturrahim Donatur Panti Asuhan |
Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?
Sejarah April Mop
Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.
Sabtu, 26 Maret 2016
" Mengapa Orang Kafir Tidak Boleh Masuk Mekkah ? "
| Pengajian Anak Asuh Panti Asuhan oleh Ustdz. M. Tuan Abbas |
STOP ORANG NON ISLAM DILARANG MASUK MEKKAH !!!
> Jamaah: Tadz, orang kafir kenapa tidak diperbolehkan
masuk Mekkah?
> Ustadz Wahyudi Abdurrahim Lc:
Ikhwah fillah…ada dua pendapat
namun para ulama bersepakat mengutamakan atas pendapat yang pertama.
1. Orang kafir
tidak bisa masuk Mekah karena merupakan perintah Allah sebagaimana firman-Nya
berkut ini:
Selasa, 15 Maret 2016
" Menerima Dan Memberi Sesuatu Alat Ibadah Kepada Pemeluk Agama Lain "
Pertanyaan:
Bolehkah kita umat Islam menerima pemberian berupa karpet
atau sajadah untuk salat dari pemeluk agama lain? Apakah juga dibenarkan umat
Islam menyumbangkan sesuatu yang digunakan untuk sembahyang agama orang lain?
Apakah itu termasuk kerukunan beragama?
Jawaban:
Terima kasih atas pertanyaan saudara. Pertama, dalam buku
Tanya Jawab Agama Jilid 2 halaman 210, cetakan VII, bulan April 2013,
disebutkan bahwa mubah hukumnya menerima sesuatu dari non muslim jika diberikan
secara murni dan tidak mengikat serta barang yang diberikan adalah barang yang
halal.
Senin, 14 Maret 2016
" Mendirikan Bangunan di Atas Makam "
Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum w. w.
Kepada Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya ingin bertanya.
Bolehkah mendirikan bangunan permanen di atas makam? Terima kasih.
Wassalamu ‘alaikum w. w.
Marwan Hakim, Muba, Sumatera Selatan
Jawaban:
Wa
‘alaikumussalam w. w.
Sebelumnya
kami mengucapkan terima kasih atas pertanyaan yang saudara ajukan. Sebenarnya
pertanyaan saudara berkaitan dengan mendirikan bangunan (pembangunan tembok)
di atas makam sudah dijelaskan di dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT)
Muhammadiyah cetakan ke-3 halaman 232 dalam pembahasan cara mengubur mayat,
yang berbunyi; “serta janganlah kamu buat tembok di atasnya (kuburan)”, dan
juga dalam Suara Muhammadiyah edisi No. 24/TH. Ke-92/16-31 Desember 2007
halaman 38. Untuk lebih jelasnya, kami akan sebutkan beberapa hadits, antara
lain:
Minggu, 13 Maret 2016
" Ber-Islam yang Lurus "
Setiap kali melaksanakan shalat, kita selalu berdoa:
Menurut Muhammad Abduh dalam
Tafsir al-Manar, yang dimaksud “jalan yang lurus/benar” adalah beragama Islam,
menegakkan syariat Islam. Doa yang kita baca minimal 17x dalam shalat kita
setiap hari itu sesungguhnya merupakan doa pencerahan bagi perjalanan keberislaman
kita. Pertanyaannya, sampai sejauh mana kita telah berusaha menggapai petunjuk
(hidayah) Islam. sehingga keberislaman kita menjadi semakin lurus benar, dan
konsisten (istiqamah) dalam praksis kehidupan kita sehari-hari?
" Menjaga Al-Qur’an "
Di suatu ruang, seorang
guru sedang bermain dengan murid-muridnya. Guru menggelar babud merah kemudian
di tengah-tengahnya ditaruh Al-Qur’an. Guru mengibaratkan hamparan babud
tersebut sebagai umat Islam dan Al-Qur’an berada di tengah-tengah dijaga oleh
umat Islam. Selanjutnya guru meminta muridnya untuk mengambil Al-Qur’an dan
menggantikan dengan buku lainnya, tetapi tanpa menginjak babud merah yang
tergelar tersebut.
Murid-murid pun berusaha
untuk mengambil Al-Qur’an dan menaruh buku lain tanpa menginjak babud. Mereka
ada yang berusaha memakai tongkat dan alat lainnya untuk mengambil tetapi tetap
tidak ada yang berhasil. Kemudian setelah waktu yang disediakan habis sang Guru
pun perlahan-lahan menggulung babud dari salah satu sisi dan kemudian
menggantikan Al-Qur’an dengan buku lain dan kemudian menggelar babud tersebut
seperti semula. Babud tidak terinjak tetapi Al-Qur’an telah tergantikan.
Sabtu, 12 Maret 2016
" Iman dan Konsekuensinya "
Iman tidak cukup hanya sekadar pengakuan, tetapi juga harus
dibuktikan dengan konsekuensi yang menjadi tuntutan iman. Al-Qur’an menyebutkan
paling tidak ada 6 (enam) konsekuensi iman yang harus dibuktikan, yaitu:
1. Al-Yaqiin (Keyakinan yang mantap). Keyakinan
yang mantap tanpa ada keraguan
sedikit pun terhadap Allah dan ajaran yang diturunkan-Nya merupakan
konsekuensi iman yang utama. Allah berfirman, ““Sesungguhnya
orang-orang Mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta
dan jiwanya di jalan Allah. mereka itulah orang-orang yang benar.” (Qs.
al-Hujuraat: 15).
Jumat, 11 Maret 2016
" Sakit pun Tetap Wajib Beribadah "
Ibadah
merupakan kewajiban makhluk (jin dan manusia) kepada Kholik (QS Adz Dzariyat
56). Karenanya, sebagai seorang Islam (muslim) atau orang beriman (mukmin)
tentu mempunyai kewajiban beribadah (mahdlah) kepada Allah dalam kondisi
apapun. Bagaimana jika dalam kondisi sakit, apakah kewajiban beribadah masih
tetap berlaku?
Kamis, 10 Maret 2016
" Sedekah dan Tauhid Sosial "
Suatu ketika Ibn ‘Umar pernah mendatangi Ibn ‘Amir untuk
menjenguknya (karena sakit), lalu Ibn ‘Amir berkata: “Ya Ibn ‘Umar, sudilah
kiranya engkau mendoakan untuk kesembuhanku. Ibn ‘Umar ra menjawab: “Tidak, aku
tidak sudi. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Shalat itu tidak diterima
kecuali dengan bersuci; dan sedekah juga tidak diterima jika berasal dari harta
yang haram (hasil pengkhiatan, termasuk korupsi).” (HR IbnHibban)
Oleh karena itu, dalam sedekah tidak berlaku hukum
“pencucian atau pembersihan harta”. Artinya, harta yang diperoleh dengan cara
haram, batil, dan illegal, seperti korupsi atau pencurian tidak bisa
“dibersihkan” atau dibuat “impas” dengan cara dibelanjakan di jalan Allah SWT.
Rabu, 09 Maret 2016
" KHUTBAH GERHANA ( 29 Jumadilawal 1437 H/9 Maret 2016 M ) "
Oleh:
Oman Fathurohman SW
Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah
| Sholat Gerhana Matahari di Masjid At-Taqwa Dupak Bangunsari |
Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.
Marilah
bersama-sama kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah
menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya, menciptakan alam semesta
dalam keserasian dan keseimbangan. Mari kita perbarui kesaksian kita
masing-masing bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad saw adalah
utusan Allah yang risalahnya membawa dan menjanjikan kebahagiaan bagi kita
semua, dunia dan hari kemudian. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah
kepada beliau Nabi Muhammad saw, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya,
dan kepada setiap orang yang mengikuti risalahnya.
Selasa, 08 Maret 2016
" Ayat Allah dan Ayat Cinta dalam Keluarga "
| Anak Jalanan Rumah Pintar Matahari Ngaji Bersama Ustadz Lucky |
Manusia diciptakan oleh Allah SwT secara berpasang-pasangan,
lelaki dan perempuan, agar saling mengenal, berdialog, dan memahami satu sama
lain. Namun yang paling mulia di antara umat manusia adalah yang paling
bertakwa (Qs al-Hujurat [49]: 13). Manusia juga dianugerahi perasaan cinta dan
kasih sayang. Karena itu, menjadi fitrahnya, ia ingin mencintai dan dicintai.
Jika kebutuhan mencintai dan dicintai terpenuhi, maka hatinya menjadi tenteram,
damai, dan bahagia. Jadi, cinta adalah fitrah sekaligus anugerah. Allah
berfirman: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap yang
diingini, yaitu: wanita, anak-anak, harta yang banyak seperti emas dan perak,
kuda pilihan (kendaraan mewah), binatang ternak, dan sawah-ladang. Itulah
kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik
(surga).” (Qs Ali Imran [3]: 14)
Senin, 07 Maret 2016
" Beribadah yang Benar "
Ketika dakwah
Islam berkembang pesat di Makkah dan Nabi Muhammad tetap kukuh menyebarkan
Islam meski telah ditawari harta, wanita dan tahta, maka kaum Kafir Quraisy
mulai gelisah. Tokoh-tokoh kafir Quraisy berpikir lagi, bagaimana cara
menghentikan dakwah nabi Muhammad? Akhirnya mereka menemukan suatu cara yaitu
dengan cara toleransi beragama.
Ibnu
Ishaq meriwayatkan, dia berkata, “Pada satu ketika datang orang-orang Quraisy
kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam yang saat itu sedang thawaf di
sekitar Ka’bah, di antara mereka adalah al-Aswwad bin al-Muthallib bin Asad bin
Abdul Uzza, al-Walid bin Mughirah, Umayyah bin Khalaf dan al-Ash bin Wa’il
as-Sahmi, mereka semua termasuk sesepuh dari kaumnya, mereka berkata, ‘Wahai
Muhammad, bagaimana kalau kita bekerja sama dalam ibadah kita. Kami akan
menyembah apa yang engkau sembah, tetapi engkau harus menyembah apa yang kami
sembah. Jika yang engkau sembah lebih baik, kami akan menyembah Tuhanmu, tetapi
jika yang kami sembah ternyata lebih baik maka engkau harus menyembah tuhan
kami. Lalu turunlah firman Allah subhanahu wata’ala:
Minggu, 06 Maret 2016
" Kajian Aqidah : Iman, Hati, dan Lisan "
Dalam
sebuah Hadits Rasulullah pernah bersabda:
Dari Abu
Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka
hendaklah ia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan siapa yang beriman kepada
Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari dan
Muslim)
Hadits riwayat Bukhari-Muslim ini mengisyaratkan adanya keterkaitan antara iman dan lisan, antara keyakinan dan perkataan. Keterkaitan itu bukan hanya terjalin karena iman itu memang harus diucapkan dengan lisan, melainkan juga karena pengejawantahan iman dan takwa itu harus diwujudkan dalam perbuatan dan, terutama, perkataan.
Hadits riwayat Bukhari-Muslim ini mengisyaratkan adanya keterkaitan antara iman dan lisan, antara keyakinan dan perkataan. Keterkaitan itu bukan hanya terjalin karena iman itu memang harus diucapkan dengan lisan, melainkan juga karena pengejawantahan iman dan takwa itu harus diwujudkan dalam perbuatan dan, terutama, perkataan.
Sabtu, 05 Maret 2016
" Kajian Aqidah : Iman dan Bisnis yang Membebaskan "
![]() |
| Kegiatan Kewirausahaan anak asuh Panti Asuhan Muhammadiyah |
Tidak ada manusia yang
ingin merugi dalam hidupnya. Semua mendambakan keuntungan, termasuk dalam
berbisnis, berniaga, atau berdagang. Mendapatkan untung atau laba besar dalam
berbisnis itu bukan saja merupakan harapan dan tujuan, tetapi juga salah satu indikator
kesuksesan hidup di dunia. Namun demikian, Mukmin tidak boleh terjebak dalam
“bisnis duniawi” yang membuatnya melupakan Allah SwT dan Rasul-Nya. Bisnis
duniawi yang dilakukannya juga tidak boleh menghalalkan segala cara, karena
Islam memberi tuntunan mulia dalam berniaga.
Selasa, 01 Maret 2016
Kajian Aqidah : " Peneguhan Generasi Digital "
Oleh; Muhbib Abdul Wahab
![]() |
| H.Muh. Arif'an,SH Sekretaris PDM Surabaya |
Mereka dimanjakan oleh aneka hiburan, permainan (games), pertemanan melalui media sosial seperti facebook, twitter, WhatsApp, BBM, dan sebagainya melalui ponsel pintar. Di antara dampak negatif yang dikuatirkan dialami mereka adalah kecanduan tampilan aplikasi tertentu dan akses internet dengan konten pornografi, kekerasan, dan kemaksiatan lainnya.
Kecanduan dan keasyikan “berselancar” di dunia maya bisa juga berakibat fatal, jika tidak dibentengi akidah tauhid yang benar dan kuat. Keasyikan menikmati akses internet juga bisa melupakan remaja melakukan shalat, mengingat Allah, mempelajari mata pelajaran di sekolah, dan sebagainya. Akibatnya, remaja menjadi “gagap beragama”.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)











