Di suatu ruang, seorang
guru sedang bermain dengan murid-muridnya. Guru menggelar babud merah kemudian
di tengah-tengahnya ditaruh Al-Qur’an. Guru mengibaratkan hamparan babud
tersebut sebagai umat Islam dan Al-Qur’an berada di tengah-tengah dijaga oleh
umat Islam. Selanjutnya guru meminta muridnya untuk mengambil Al-Qur’an dan
menggantikan dengan buku lainnya, tetapi tanpa menginjak babud merah yang
tergelar tersebut.
Murid-murid pun berusaha
untuk mengambil Al-Qur’an dan menaruh buku lain tanpa menginjak babud. Mereka
ada yang berusaha memakai tongkat dan alat lainnya untuk mengambil tetapi tetap
tidak ada yang berhasil. Kemudian setelah waktu yang disediakan habis sang Guru
pun perlahan-lahan menggulung babud dari salah satu sisi dan kemudian
menggantikan Al-Qur’an dengan buku lain dan kemudian menggelar babud tersebut
seperti semula. Babud tidak terinjak tetapi Al-Qur’an telah tergantikan.
![]() |
| Sembako u/ Abang Becak |
Ini juga yang diprihatinkan KHA Dahlan pada saat mudanya, orang masih membaca Al-Qur’an tetapi kondisi kehidupan umat masih tercampur dengan khurafat. Ketika Al-Qur’an masih dipelajari umat Islam tetapi mutu kehidupan umat jauh tertinggal tidak sebagaimana gambaran Al-Qur’an. Umat Islam itu umat yang terbaik (khaira ummat). Tentu ini ada hal yang salah dalam diri umat.
![]() |
| Sembako u/ Penjaga Masjid |
Karenanya, saat itu KHA Dahlan melahirkan metode yang relatif berbeda dengan ulama saat itu dalam hal mempelajari Al-Qur’an. Kiai Dahlan pernah menerangkan bagaimana cara mempelajari Al-Qur’an, yaitu ambillah satu, dua atau tiga ayat, dibaca dengan tartil dan tadabbur (dipikirkan). Pertama, bagaimana artinya? Kedua, bagaimanakah tafsir keterangannya? Ketiga, bagaimana maksudnya? Keempat, apakah ini larangan dan apakah kamu sudah meninggalkan larangan itu? Kelima, apakah ini perintah yang wajib dikerjakan?
![]() |
| Sembako u/ Janda & Dhuafa |
Sudahkah kita
menjalankannya. Metode inilah yang melahirkan kisah yang menggegerkan pada
masanya, ketika saat itu Kiai Dahlan mengajarkan kepada murid-muridnya tentang
tafsir Al-Maun. Ketika harus sampai kepada pengamalan ayat, murid-murid mencari
fakir miskin untuk disantuni, murid-murid mencari anak yatim untuk dipelihara.
Suatu hal yang berbeda dalam hal mempelajari Al-Qur’an. Itulah sejatinya
menjaga Al-Qur’an. Tidak hanya menjaga fisiknya tetapi juga menjaga ruh
pengamalannya.
Menjaga Al-Qur’an yang seperti ini, adalah sebuah keharusan bagi manusia yang mengaku beriman kepada Allah, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf 158:
Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku
adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit
dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan
dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang umi
yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan
ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (Al A’raf 158).
| Putraqu Izzuddin |
Ketika orang mendapat petunjuk,
sebagaimana permintaan setiap shalat “Ihdinash shiratal mustaqim” (tunjukilah
kami jalan yang lurus), maka ketika telah mendapat petunjuk haruslah
melaksanakannya. Ketika orang mendapat petunjuk tidak mengamalkannya, maka
tidak akan mendapat dampak baginya. Sebaliknya jika setelah mendapat petunjuk
mereka mengamalkannya, maka pasti ia akan menuai dampak positip dari
pengamalannya. Itulah sejatinya menjaga Al-Qur’an, menjaga pengamalannya dalam
kehidupan. Waallahu a’lam bishshawab.• (Lutfi Effendi)
Semoga Manfaat, kami mengajak anda
bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>> Layanan Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti
Asuhan Muhammadiyah Cabang Krembangan :
1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493 08
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493 08
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
>
SMS Center :
0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet ) – 0822 4526 5090 ( Bp. Tulus )
0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet ) – 0822 4526 5090 ( Bp. Tulus )




Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !