Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat Datang di Blog kami semoga Bermanfaat..aamiin.
Tampilkan postingan dengan label Kajian Akhlaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Akhlaq. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2017

HUKUM BENGKEL YANG KERJASAMA DENGAN ASURANSI

Kepala Panti Asuhan Nyai Walidah ( Fitria Leliana )
Pertanyaan:
As-Salamu ‘alaikum w. w.
Bapak/Ibu yang terhormat. Saya memiliki beberapa masalah terkait dengan profesi yang saya geluti. Namun sebelum mengemukakan beberapa pertanyaan tersebut, saya ingin menjelaskan beberapa kasus sebagai berikut:
Kasus 1:
Ketika ada mobil yang masuk bengkel dan akan klaim ke asuransi, dengan kerusakan panel bumper depan dan spackboard depan kiri. Dengan asumsi pemilik mobil datang langsung ke bengkel dan belum ke pihak asuransi, maka pihak bengkel menerima mobil tersebut dengan surat tanda terima. Setelah pemilik mobil meninggalkan mobilnya, pemilik bengkel melakukan aksi membaret body mobil dengan pipa paralon yang dibuat sendiri. Setelah itu, sopir bengkel membawa mobil tersebut untuk klaim ke pihak asuransi. Di sini terjadi penambahan panel dari 2 panel menjadi 5 panel. Setelah itu pihak bengkel mengirimkan estimasi kerusakan kendaraan tersebut ke pihak asuransi.

Jumat, 01 April 2016

" Kunci Keberhasilan Yang Sering Terlupakan "

Majelis Taklim Rutin Orang Tua/Wali
Anak Asuh Panti Asuhan
Oleh: Deni Asy’ari
Bicara tentang kesuksesan dan keberhasilan dalam sebuah usaha, tentu banyak teori dan pendapat yang bisa dikupas. Bahkan jika melihat di berbagai stasiun televisi yang menyajikan program-program motivasi, tidak sedikit pandangan seorang motivator dalam menyampaikan trik-trik menuju kesuksesan. Dari sekian banyak pandangan dan teori, sebagian besar bertolak dari konsep material yang memang bisa dirasionalisasikan. Misalnya, teori disiplin, hemat, rajin, bekerja keras dan sebagainya.
Bagi sebagian besar kita, yang sudah berada dalam pintu kesuksesan, tentunya juga tidak lepas dari teori-teori di atas. Bahkan sering juga kita menasehati atau memberikan motivasi kepada teman, saudara maupun orang lain, dengan ajakan untuk bersikap disiplin dan rajin dalam menggapai kesuksesan sebagaimana yang mungkin kini telah digapainya.

Kamis, 31 Maret 2016

" Indahnya Bertegur Sapa "

Program Da'i Muda / Muhadoroh oleh Ananda Intan Pd
Sesungguhnya, orang-orang mukmin itu bersaudara, maka ba­ngunlah suasana damai di antara orang mukmin yang bersaudara itu, bertakwalah agar kami selalu mendapat rahmat Allah, (Al-Qur’an surat Al-Hujarat ayat 10) 

Ketua Takmir masjid yang baru itu ramah sekali. Suka bertegur sapa dengan siapa saja yang dia temui di jalan, di masjid, di depan rumahnya, di kantor, di balai desa dan di pasar. Sepertinya, ia tidak kekurangan bahan untuk menyapa orang yang dia temui. Tiap orang yang bertemu dengan dia selalu dia sapa dengan cara yang khas. Antara orang satu dengan orang lain berbeda caranya menyapa. Setiap orang merasa diperlakukan secara pribadi dan terhormat oleh Ketua Takmir masjid itu.

Rabu, 30 Maret 2016

" Bercermin Pada Kisah Abu Lahab "


Program Da'i Muda / Muhadoroh oleh Ananda " U K. Nisa "
KISAH yang tertuang dalam rangkaian ayat Al-Qur’an ternyata sangat indah dan “bisa” memberi inspirasi yang tak ternilai bagi siapa pun yang mau bertadabur dengan ayat-ayat itu. Tak terkecuali kisah Abu Lahab dalam Qs. Al-Lahab.

Dikisahkan dalam kajian tafsir Qs Al-Lahab, bahwa ketika turunnya ayat 214, Qs. Asy- Syu’arĂ¢’ (26), “dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”, Rasulullah saw keluar hingga naik ke atas bukit Shafa dan berseru, “Wahai sekalian manusia.” Orang-orang Quraisy pun bertanya, “Siapakah orang ini?” Akhirnya mereka pun berkumpul bersama beliau. Beliau pun bersabda, “Bagaimana pendapat kalian, jika aku mengabarkan, bahwa di balik bukit ada pasukan berkuda yang akan segera keluar (menerkam), apakah kalian akan membenarkanku?” Mereka menjawab, “Ya, kami belum pernah mendengar bahwa kamu berdusta.” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian, bahwa di hadapanku ada adzab yang sangat pedih.”

Minggu, 27 Maret 2016

" Kenapa Menunggu Tua ? "


Pengajian Rutin Anak Asuh Panti Asuhan
oleh Ustdz. Muh. Ain
Tidak sedikit Al-Qur’an menceritakan sosok pemuda ideal. Tidak sekadar memuji, Al-Qur’an bahkan menjadikannya sebagai teladan zaman. Ada Ibrahim, potret pemuda yang gigih menegakkan tauhid di tengah para penggiat syirik. “Sungguh Ibrahim adalah imam yang layak dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali dia bukanlah pelaku syirik.” (Qs An-Nahl [16]: 120).
Putra beliau, Ismail, adalah tipe pemuda yang berhati jujur dan suci. Ketika Ibrahim mengabarkan wahyu Allah untuk menyembelih dirinya, jawaban Ismail adalah, “Wahai Ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insya Allah aku termasuk orang-orang yang sabar.” (Qs As-Shaffat [37]: 102).

Jumat, 25 Maret 2016

" Memahami Waktu "

Pengajian Anak Asuh Panti Asuhan oleh Ustd. Arief H
Bertahun baru, tanpa sengaja sebenarnya sedang memasuki arena batasan waktu, yakni batasan satu tahun. Bagi waktu sendiri sebenarnya tidak ada batasannya, dia akan berjalan mengalir secara linier.

> Setidaknya terdapat tiga sifat waktu :
Pertama, waktu itu tak terbatas. Sementara manusia terbatas. Yang terbatas tidak akan dapat memahami sesuatu yang tak terbatas secara sempurna. Wajar jika kita sering berbeda menentukan waktu, karena ketidaksempurnaan kita. Itulah yang terjadi pada kasus penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal, 10 Dzulhijjah, dsb. Agar waktu yang tak terbatas itu dapat dipahami oleh manusia yang terbatas, maka dibuatlah batasan waktu. Detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun, dan abad adalah batasan waktu. Dengan tanggal, hari, dan jam tertentu manusia dapat memahami waktu.

Kamis, 24 Maret 2016

" Mengikuti Suara Hati "

Jalan Sehat Milad Panti Asuhan
Dalam berkehidupan setiap orang membutuhkan kehadiran orang lain yang dapat memberi nasihat dan mengingatkan agar tetap istiqamah pada jalan yang benar dan terhindari dari jalan yang salah. Kehadiran orang lain juga sangat diperlukan untuk menjadi pengingat apakah tata laku dan tutur kata seseorang mengandung kebaikan atau sebaliknya justru mengumbar keburukan. Namun, hampir setiap orang juga menyadari pada waktu tertentu bahwa dirinya sendirilah yang harus menentukan nilai perbuatannya.

Rabu, 23 Maret 2016

" Memenuhi Janji "

Peringatan Hari Anak Nasional
Hampir tidak ada orang yang tidak pernah berjanji, baik pada diri sendiri maupun janji kepada orang lain, baik janji besar maupun janji kecil. Janji adalah ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu (seperti memberi, membantu, bertemu, dan sebagainya). Janji dilakukan oleh siapa saja, orang biasa, pejabat, pemimpin, orang kaya, orang miskin, anak-anak, dan orang dewasa.

Hidup manusia memang tidak bisa dilepaskan dari ikatan perjanjian, terlebih menyangkut hubungan antara manusia satu dengan yang lain. Perkawinan pada dasarnya adalah ikatan perjanjian suami dan istri, jual beli adalah ikatan perjanjian penjual dan pembeli terkait hak kepemilikan barang, bekerja di perusahaan didahului dengan perjanjian pekerja dan perusahaan, menjadi pemimpin pada hakikatnya adalah perjanjian dengan rakyat untuk menyejahterakan mereka.

Selasa, 22 Maret 2016

" Ilmu Tanpa Amal "

Fitria Leliana, Kepala Panti Asuhan Nyai Walidah
“Ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah” (Pepatah Arab)
Mungkin pernah kita bertanya tanya dalam pikiran kita: buat apa ilmu jika tidak diamalkan? Sedangkan untuk mencarinya kita harus bersusah payah, menghabiskan banyak waktu dan materi, menghabiskan banyak tenaga dan pikiran, bahkan sampai kita harus berpisah dengan orangtua, dan sebagainya?

Di sinilah ujian penuntut atau orang yang berilmu dan memahami ilmu. Kemuliaan ilmu pada seseorang, bukan karena dia memiliki atau mengetahui banyak ilmu yang diturunkan Allah. Sekali lagi bukan. Kemuliaan ilmu seseorang hanya bagi mereka yang konsisten beramal sesuai dengan ilmu yang dipahami. Bagi pelanggar, justru dihinakan oleh ilmunya sendiri.

Senin, 21 Maret 2016

" Mana Bukti Imanmu ? "

Ayah & Anak Panti Asuhan Muhammadiyah KH. A. Dahlan
Beragam kasus nista yang kerap menghiasi media massa membuat kita mengurut dada. Semua tahu, Indonesia adalah sebuah bangsa dengan kuantitas orang Islam terbesar di dunia. Orang bergelar haji sukar dihitung dengan jari. Tradisi dan seremoni keagamaan juga sangat tinggi. Lantas kenapa negeri yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan agama ini justru setiap hari dipenuhi berbagai perilaku menyimpang?

Betapa tidak, orang yang fasih mengkhutbahkan dalil-dalil Al-Qur’an justru menginjak-injak martabat Islam. Penyandang gelar pendidikan mentereng malah trampil melecehkan harga diri kebenaran dan kemanusiaan. Inilah komunitas Islam dengan perilaku sangat jauh dari ajaran Islam.

Sabtu, 19 Maret 2016

" M U H A S A B A H "

Muslimah Panti Asuhan Muhammadiyah Nyai Walidah
Hisablah dirimu sebelum dihisab orang lain. Ajaran kebaikan tersebut sangat mendalam tentang pentingnya setiap Muslim mengenal diri secara hakiki. Mungkin dapat ditambahkan, hisablah diri sebelum menghisab orang lain. Kata pepatah, ketika telunjuk menuju ke hidung orang, sesungguhnya jari tangan yang lain menunjuk diri sendiri.

Memahami diri sendiri memang harus terus diupayakan. Lumrahnya, orang mudah sekali mengenal orang lain, tetapi sering gagal mengenal diri sendiri. Mengenal identitas diri secara jasmani, boleh jadi cukup dengan berdiri di depan cermin. Semua akan gamblang. Namun, mendefinisikan diri secara ruhani, harus dilakukan dengan muhasabah secara serius

Jumat, 18 Maret 2016

" Formalitas Merebak, Akhlak Tak Beranjak "

Muslimah Panti Asuhan Muhammadiyah Nyai Walidah
Kita tentu masih ingat sekitar dekade 1980-an, bagaimana umat Islam, terutama generasi mudanya dengan gigih berjuang agar jilbab yang saat itu populer dengan sebutan kerudung atau baju kurung dapat dipakai oleh siapa, di mana, dan kapan saja. Pada waktu itu pakaian bagi kaum Muslimah yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan itu hanya dipakai di kalangan tertentu seperti santriwati, siswi madrasah, guru atau dosen perempuan untuk studi agama Islam, mahasiswi perguruan tinggi agama Islam, bu nyai dan kalangan lain yang dikategorikan sebagai tidak elit. Cara memakainyapun kadang sekenanya sekadar menggelantung di leher dengan membiarkan rambut kepalanya terurai, tidak memenuhi standar syari’ah. Kesan yang ada jilbab adalah pakaian yang kampung­an, tidak modis dan tidak modern. Jangan berpikir ada perempuan penting tampil dengan jilbab apalagi artis ibu kota, jauh dari angan.

Kamis, 17 Maret 2016

" Makna KeberIslaman "

How Islamic are Islamic Countries? Begitu judul riset Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari George Washington University. Riset itu dilakukan untuk menjawab seberapa jauh ajaran Islam membekas dalam perilaku keseharian Muslim?

Mengejutkan. Dua kali riset, ran­king negara paling Islami di dunia ternyata ditempati Selandia Baru (2010) dan Irlandia (2014). Negara Islam atau yang berpenduduk mayoritas Muslim, menempati posisi buritan. Indonesia, misalnya, berada di ranking 140 tahun 2010 dan 130 tahun 2014. Bahkan, Arab Saudi, sebagai sumber kelahiran Islam, tidak pernah masuk urutan 10 besar dari 208 negara yang diteliti.

Rabu, 16 Maret 2016

" Santun Berkendara "

Keselamatan jiwa seseorang seringkali terancam oleh perilaku berlalu lintas di jalan yang tidak tertib, tidak taat pada rambu-rambu yang ada. Sudah jamak dimengerti bahwa hilangnya nyawa manusia di jalan sebagai buah dari kecerobohan berkendara sangat tinggi. Padahal, menjaga keselamatan jiwa, baik diri sendiri maupun jiwa orang lain, merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Karenanya, para fuqaha mengklasifikasi lima hal pokok (al-kuliyyat al-khamsah) yang harus dijaga, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

" Meneladani Umar bin al-Khathab "

Ada sebuah kisah tentang Umar bin al-Khathab yang diceritakan oleh Abdullah bin Umar ra (putera beliau). Dikisahkan, bahwa pada suatu hari Umar bin al-Khathab keluar meninjau kebun kurmanya. Selang beberapa lama, kemudian beliau kembali ke rumah. Ketika tiba di dalam kota Madinah, beliau melihat orang-orang sudah selesai melaksanakan jamaah shalat Ashar. Beliau sangat menyesal dan berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Aku terlambat melaksanakan shalat Ashar berjamaah lantaran kebun kurma itu! Ya Allah, saksikanlah! Kebun kurma itu kusedekahkan ‘sekarang juga’ kepada para fakir miskin sebagai kifarat atas kealpaan yang telah kulakukan.” Beliau menyesal, karena asyiknya berada di kebun kurma, shalat jamaah ashar yang biasa beliau kerjakan ‘tertinggal’ karenanya.