![]() |
| Kegiatan Kewirausahaan anak asuh Panti Asuhan Muhammadiyah |
Tidak ada manusia yang
ingin merugi dalam hidupnya. Semua mendambakan keuntungan, termasuk dalam
berbisnis, berniaga, atau berdagang. Mendapatkan untung atau laba besar dalam
berbisnis itu bukan saja merupakan harapan dan tujuan, tetapi juga salah satu indikator
kesuksesan hidup di dunia. Namun demikian, Mukmin tidak boleh terjebak dalam
“bisnis duniawi” yang membuatnya melupakan Allah SwT dan Rasul-Nya. Bisnis
duniawi yang dilakukannya juga tidak boleh menghalalkan segala cara, karena
Islam memberi tuntunan mulia dalam berniaga.
Islam menawarkan bisnis
jangka panjang, bisnis masa depan, atau bisnis duniawi-ukhrawi, yang tidak
hanya menguntungkan, tetapi juga menyelamatkan dan membebaskan sang pebisnis
atau saudagar dari azab Allah yang pedih. Bisnis ini bukan sembarang bisnis,
melainkan “bisnis berbasis iman dan jihad” di jalan Allah. Inilah bisnis yang
tidak pernah merugi dan selalu menjanjikan harapan masa depan yang paling
mencerahkan, yaitu mendapatkan ampunan dari Allah dan surga-Nya. Dalam hal ini
Allah SwT berfirman:
Wahai
orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang
dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada
Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah
yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah mengampuni
dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn.
Itulah kemenangan yang agung.(Qs. As-Shaff [61]: 10-12)
Ayat tersebut turun
berkaitan dengan pertanyaan sejumlah sahabat kepada Nabi saw mengenai amalan
paling dicintai oleh Allah SwT, lalu turunlah ayat tersebut. Artinya, amalan
paling dicintai Allah adalah berbisnis dengan Allah dengan cara mengimani-Nya
sepenuh hati, mengaktualisasikannya dalam amal shalih dengan penuh keikhlasan,
kesungguhan, dan konsistensi. Meyakini Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati
membuat Mukmin mencintai keduanya dengan penuh ketaatan. Jika Mukmin sudah
merasakan cintanya yang tulus dan mendalam, maka melakukan amal shalih,
termasuk jihad di jalan Allah dengan mengurbankan harta dan jiwa, menjadi
ringan dan kebiasaan positif. Iuran anggota Persyarikatan yang digelorakan oleh
Ketua PP Muhammadiyah dalam SM No. 24, 16-31 Desember 2015 merupakan bentuk
jihad finansial yang sangat strategis bagi pemberdayaan, peningkatan, dan
pemajuan peradaban masa depan umat dan bangsa.
Dengan kata lain, bisnis
berbasis iman dan jihad di jalan Allah: jalan kebenaran, jalan keadilan, jalan
kedamaian, jalan keberuntungan, dan jalan kemenangan, merupakan bisnis
super menguntungkan. Iman menjadi energi penggerak dan pemacu Mukmin untuk
gigih memperjuangkan kebenaran, keadilan, tegaknya hukum, kedamaian, kerukunan,
kesejahteraan, dan kemakmuran. Energi iman kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan
energi cinta yang melimpah, tidak kenal lelah, tetapi selalu menginspirasi
Mukmin untuk selalu mendedikasikan dirinya dalam ber-fastabikulkhairat
(berlomba-lomba dalam kebajikan), bukan fastabiqul ma’ashi wal munkarat
(berlomba-lomba dalam melakukan kemaksiatan dan kemunkaran).
Bisnis berbasis iman dan
jihad adalah bisnis petunjuk (huda), bisnis komitmen untuk selalu menaati
perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Pesan-pesan Al-Qur’an dan
As-Sunnah tidak hanya penting dijadikan sebagai landasan dan manual kehidupan,
melainkan juga diimplementasikan sebagai petunjuk dalam meraih keberuntungan
dan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Oleh karena itu, berbisnis dengan
Allah harus terus dibarengi dengan etos ilmiah dan etos amaliyah untuk mau
“membeli petunjuk” itu sendiri, bukan malah “membeli kesesatan”, karena membeli
petunjuk Ilahi pasti mengantarkan kepada keberuntungan, bukan sebaliknya.
Dalam hal ini, Allah
berfirman yang artinya: “Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk.
Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat
petunjuk.” (Qs Al-Baqarah [2]: 16).•
_____________________
Muhbib Abdul Wahab, Sekretaris Lembaga
Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah dan Ketua III IMLA (Asosiasi
Pengajar Bahasa Arab se-Indonesia)
Semoga Manfaat, kami mengajak anda
bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>>
Layanan Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti Asuhan Muhammadiyah Krembangan :
1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493 08
3. Bank Mandiri Syariah KK Unair, No. Rek. 7036 8702 67
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493 08
3. Bank Mandiri Syariah KK Unair, No. Rek. 7036 8702 67
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
> SMS Center :
0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet ) – 0822 4526 5090 ( Bp. Tulus )
0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet ) – 0822 4526 5090 ( Bp. Tulus )




Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !