> Artinya :”
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan
menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima),seperti orang yang
menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada
Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di
atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia
bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang
mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
kafir.” (QS.Al – Baqarah ayat 264)
Riya selain dapat menggugurkan pahala, juga mengandung
dosa. Orang yang riya bahkan dianggap sedang melakukan syirik kecil.
Artinya
:”Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan dari beberapa hal yang aku
khawatirkan adalah syirik kecil. Sahabat bertanya,”Apa syirik kecil itu, ya
Rasulallah ?” Beliau menjawab,”Riya.” (HR Ahmad) .
Artinya: “Abu
Hurairah r. a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda , “Sesungguhnya manusia
yang pertama kali diadili di hari kiamat adalah orang-orang yang mati syahid di
jalan Allah, maka ia didatangkan dan diperlihatkan nikmat-nikmat sebagai
pahalanya, kemudian ia melihatnya seraya dikatakan kepadanya, “Amalan apa yang
engkau lakukan sehingga memperoleh nikmat-nikat itu? Ia menjawab, “Aku
berperang karena-Mu (Ya Allah)”. Allah menjawab , “Dusta engkau, sesungguhnya
kamu berbuat demikian supaya kamu dikatakan sebagai pahlawan. Dan kemudian malaikat
diperintahkan menyeret mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka; seorang yang
diberi Allah harta benda, kemudian didatangkan dan diperlihatkan kepadanya
nikmat-nikkmat sebagai pahalanya lalu ia melihatnya seraya dikatakan kepadanya,
“Amalan apakah yang engkau lakukan sehingga engkau mendapatkan nikmat itu?”, ia
menjawab, “Aku tidak pernah meninggalkan infak di jalan yang Engkau ridhai
YaAllah” melainkan aku berinfak hanya karena-Mu.” Lalu Allah SWT menjawab,
“Dusta Engkau, sesungguhnya engkau melakukan demikian itu supaya kamu
dikatakkan sebagai orang yang dermawan.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat
untuk menyeret mukanya dan memasukkannya ke dalam neraka. Dan seseorang lagi
yang menuntut ilmu dan mengajarkan atau membaca Al-Qur’an, maka didatangkan dan
diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat sebagai pahalanya, lalu ia melihatnya
seraya dikatakan kepadanya, “Amal apa yang telah engkau lakukan sehingga
engakau medapatkan nikmat-nikmat itu?” ia menjawab, “Aku menuntut ilmu dan
mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an hanya untuk-Mu ya Allah.” Kemudian Allah
SWT menjawab,”Dusta engkau, sesungguhnya engkau menuntut ilmu supaya engkau
dikatakan pintar, dan membaca Al-Qur’an supaya kamu dikatakan Qari’.” Kemudian
Allah memerintahkan kepada malaikat untuk meyeret mukanya dan melemparnya ke
dalam neraka.” (HR. Muslim).
Semoga kita terhindar dari penyakit riya dan menjadikan
segala amal perbuatan baik kita hanya karena Allah semata. Amiin



Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !