| Fitria Leliana, Kepala Panti Asuhan Nyai Walidah |
“Ilmu tanpa amal bagai pohon
tak berbuah” (Pepatah Arab)
Mungkin pernah kita bertanya
tanya dalam pikiran kita: buat apa ilmu jika tidak diamalkan? Sedangkan untuk
mencarinya kita harus bersusah payah, menghabiskan banyak waktu dan materi,
menghabiskan banyak tenaga dan pikiran, bahkan sampai kita harus berpisah
dengan orangtua, dan sebagainya?
Di sinilah ujian penuntut atau
orang yang berilmu dan memahami ilmu. Kemuliaan ilmu pada seseorang, bukan
karena dia memiliki atau mengetahui banyak ilmu yang diturunkan Allah. Sekali
lagi bukan. Kemuliaan ilmu seseorang hanya bagi mereka yang konsisten beramal
sesuai dengan ilmu yang dipahami. Bagi pelanggar, justru dihinakan oleh ilmunya
sendiri.
| M. Tuan Abbas, Kepala panti Asuhan KH. A. Dahlan |
Untuk itulah pepatah Arab
mengatakan bahwa, “Ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah.” Artinya apa?
Perumpamaan betapa tidak enak ketika menanam pohon yang diharap, ternyata tidak
berbuah. Pohon yang kita sayangi dan cintai itu, sekadar memberikan harapan,
sedangkan buahnya nihil.
Ilmu dan amal ibarat dua sisi
mata uang yang tidak dapat terpisah satu sama lain. Syaikh Abdurrahman bin
Qasim ra mengatakan, “Amal adalah buah dari ilmu. Ilmu itu ada dalam rangka
mencapai sesuatu yang lainnya. Ilmu diibaratkan seperti sebuah pohon, sedangkan
amalan adalah seperti buahnya. Maka setelah mengetahui ajaran agama Islam
seseorang harus menyertainya dengan amalan. Sebab orang yang berilmu akan
tetapi tidak beramal dengannya lebih jelek keadaannya daripada orang bodoh.”
![]() |
| Warsono, Kepala Rumah Pintar Matahari |
Di dalam Hadits disebutkan,
“Orang yang paling keras siksanya adalah seorang berilmu dan tidak diberi
manfaat oleh Allah dengan sebab ilmunya.” Orang semacam inilah yang termasuk
satu di antara tiga orang yang dijadikan sebagai bahan bakar pertama-tama nyala
api neraka.
Hal ini bukan berlaku bagi para
ulama saja, akan tetapi semua orang yang mengetahui suatu perkara agama, maka
itu berarti telah tegak padanya hujjah. Apabila seseorang memperoleh suatu
pelajaran dari sebuah pengajian, atau khutbah Jum’at yang di dalamnya dia
mendapatkan peringatan dari suatu kemaksiatan yang dikerjakannya sehingga dia
pun mengetahui bahwa kemaksiatan yang dilakukannya itu adalah haram, maka ini
juga ilmu. Sehingga hujjah juga sudah tegak dengan apa yang didengarnya
tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari
terlalu banyak contoh yang mewakili contoh pohon yang tak menghasilkan buah.
Ini dapat terjadi pada guru, pejabat, petani, nelayan, ulama, pedagang, dan
siapa saja. Minimal. jika seseorang tidak melaksanakan ilmunya, jenis ilmu
apapun yang semestinya mampu meninggikan derajat seseorang sebagaimana titah
Allah, maka ia mirip dengan pohon yang tidak berbuah.
Aduhai sungguh rugi dan rugi mempunyai pohon jenis ini. Selain itu, kehinaan
dan caci makilah yang diraihnya. Itu karena ilmu yang maslahat pasti disetujui
semua orang. Ketika seseorang melanggar ilmu, langsung terdeteksi oleh si
pelanggarnya sendiri, pada tahap awal. Tahap selanjutnya pasti berimbas kepada
orang lain. Seorang guru yang tidak mengamalkan ilmunya yang telah diterangkan
kepada siswanya, pasti dalam jiwanya terdapat kesadaran pengkhianatan.
| M. Hambali, Pembina Majelis Taqlim |
Demi menghindari pohon yang tak
berbuah, maka seseorang harus tegak dengan ilmunya, tegak dengan kebenaran dan
kejujuran yang menjadi ruh kehidupan. Jangan pernah membayangkan meraih
prestasi yang memuliakan, jika kita sendiri melanggar ilmu-ilmu yang selama ini
kita ketahui. Hanya orang yang mengamalkan ilmulah nanti akan diberi ilmu lain.
Sebaliknya, pelanggar ilmu membuahkan kehinaan, cemoohan, dan caci maki. Oleh
karena itu, semoga kita dilindungi Allah dari sifat berkhianat dalam ilmu.•
___________________
Muhammad H Bashori, praktisi falak sekaligus
penulis buku.
Semoga
Manfaat, kami mengajak anda bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>> Layanan Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti Asuhan
Muhammadiyah Cabang Krembangan :
1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493
08
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
> SMS Center :
0822 3182 1721
( Bp Untung S ) - 0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet )

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !