Mengejutkan. Dua kali riset, ranking negara paling Islami di dunia ternyata
ditempati Selandia Baru (2010) dan Irlandia (2014). Negara Islam atau yang
berpenduduk mayoritas Muslim, menempati posisi buritan. Indonesia, misalnya,
berada di ranking 140 tahun 2010 dan 130 tahun 2014. Bahkan, Arab Saudi,
sebagai sumber kelahiran Islam, tidak pernah masuk urutan 10 besar dari 208
negara yang diteliti.
| Pengajian Rutin Orang Tua/Wali Anak Asuh Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Krembangan |
Renan terlihat tenang. “Saya tahu
persis semua kehebatan Islam melalui Al-Qur’an. Tetapi, tolong tunjukkan kepada
saya satu saja komunitas Muslim di dunia yang membuktikan semua ajaran mulia
sebagaimana Anda gambarkan barusan,” jawab Renan.
Abduh terdiam. Merenung. Benar, Islam memang penuh ajaran mengagumkan. Tetapi,
Islam bukan hanya komitmen, melainkan kesungguhan. Dalam Islam, tujuan hidup
bukan sekadar pernyataan, namun perwujudan. Islam juga mengajarkan bahwa
kebaikan tidak cukup diamalkan, tetapi harus pula didakwahkan. Tanpa itu,
ajaran Islam akan hampa makna.
John L Esposito pernah bilang,
jika pertanyaan yang tepat untuk Kristiani adalah “Apa yang Anda percayai?”
maka pertanyaan yang benar untuk Muslim adalah “Apa yang Anda perbuat?”
Esposito benar. Sebab, ketika yang sering dipermasalahkan dalam Kristen adalah
doktrin-keyakinan, maka yang kerap dipersoalkan dalam Islam adalah
praktik-pengamalan. Maka, tatkala berkunjung lagi ke Prancis, sampailah Abduh
pada kesimpulan, “Di Mesir, saya melihat banyak Muslim tanpa Islam. Di sini,
saya melihat Islam tanpa Muslim.”
Ada kisah nyata. Seorang ibu di
Jerman marah-marah kepada pemuda Indonesia yang menyeberang jalan saat lampu
merah masih menyala. “Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan.
Hari ini Anda telah menghancurkannya. Anak saya melihat Anda melanggar aturan,”
katanya. Kisah lain dialami seorang tokoh Islam Indonesia ketika dia berada di
Kanada. Kamera sang tokoh ketinggalan di sebuah halte bus. Beberapa jam
berselang, dia teringat, kemudian kembali ke halte bus untuk mengambilnya.
Menakjubkan. Ternyata kameranya masih berada di tempat dan posisi semula.
Mungkin hanya kebetulan. Tetapi, yang jelas, tantangan terberat kita adalah
membuktikan ajaran Islam melalui ucap dan sikap. Di masjid kita, keamanan
sendal jepit saja, diragukan.
Lantas, Muhammad Basuni Imran,
seorang ulama Kalimantan, berkirim surat kepada Rasyid Ridha di Mesir. Syekh
Basuni bertanya, kenapa umat Islam mundur dan umat lain maju? Ridha menjawab
surat Syekh Basuni itu dengan menerbitkan sebuah buku. Intisari jawaban Ridha
adalah umat Islam mundur karena meninggalkan ajaran Islam.
Tidakkah kesimpulan penulis Tafsir Al-Manar itu cocok dengan hasil riset dua
akademisi Barat di atas? Dalam kaitan inilah, “Risalah Yogyakarta” sebagai
hasil konsensus Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) di Yogyakarta beberapa
waktu lalu, menarik kita sambut dan kita dukung.•
__________________
M Husnaini, Penulis Buku “Hidup Bahagia dengan
Energi Positif” Tinggal di Takerharjo, Solokuro, Lamongan.
Semoga Manfaat, kami
mengajak anda bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>>
Layanan Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Krembangan :
1. BRI unit
Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493
08
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
> SMS Center :
0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet ) – 0822 4526
5090 ( Bp. Tulus )

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !