| Pengajian Rutin Anak Asuh Panti Asuhan oleh Ustdz. Muh. Ain |
Putra
beliau, Ismail, adalah tipe pemuda yang berhati jujur dan suci. Ketika Ibrahim
mengabarkan wahyu Allah untuk menyembelih dirinya, jawaban Ismail adalah,
“Wahai Ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insya Allah
aku termasuk orang-orang yang sabar.” (Qs As-Shaffat [37]: 102).
Al-Qur’an
juga mengabadikan kisah Yusuf. Pemuda tampan ini sungguh luar biasa. Ketika
dirayu Zulaikha, wanita cantik yang juga istri pembesar Mesir, Yusuf sanggup
menundukkan gelombang syahwatnya sebagai lelaki normal. Dia lebih memilih
penjara ketimbang berbuat mesum. “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai
daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.” (Qs Yusuf [12]: 33).
Dan, yang
juga terkenal adalah kisah Ashabul Kahfi. Cave of the Seven Sleepers, itulah
nama situs bersejarah di Jordania yang jadi saksi atas tujuh pemuda bersama
anjing mereka. Ngumpet demi mempertahankan akidah, mereka diselamatkan Allah
dari kedzaliman penguasa setempat. Tujuh pejuang tauhid itu ditidurkan Allah
selama 309 tahun. “Sungguh mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada
Tuhan mereka, dan Kami tambah pula petunjuk untuk mereka.” (Qs Al-Kahfi [18]:
13).
Cukuplah
cuplikan kisah pemuda teladan itu. Yang penting kita cermati, masing-masing
pemuda itu hebat ternyata bukan sekadar berotak cerdas atau berbadan kesatria.
Mereka punya idealisme iman. Dan, kita tahu, iman adalah kemantapan hati yang
diikrarkan dengan lisan, kemudian dinyatakan via tindakan. Itulah kunci
keunggulan dan kehebatan diri.
Sekarang
mari kita bercermin: sudahkah pemuda kita punya ke-imanan prima itu? Minimal
berusaha mematut-matutkan diri agar dapat seperti mereka. Kita tengok masjid
kita. Berapa banyak pemuda kita yang aktif jamaah di sana? Juga dalam majelis
taklim?
Jika mau
jujur, masjid-masjid kita selama ini lebih dipenuhi oleh kaum tua. Padahal,
kesediaan memakmurkan masjid adalah indikator keimanan seseorang.
“Sungguh
yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanya orang-orang yang beriman kepada
Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan
tidak takut (kepada apa pun) selain kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka
termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs At-Taubah [9]: 18).
Orang
yang hatinya terpaut dengan masjid, berarti dia berhasil menjaga stamina iman.
Buat apa bicara muluk-muluk tentang agama, kalau melaksanakan shalat jamaah di
masjid secara rutin saja susah. Apa arti lulusan kampus terkenal kalau ke
masjid saja enggan. Apa guna membaca buku segudang kalau mengaji Al-Qur’an saja
jarang-jarang. Dalam Hadits sahih, Rasulullah saw menegaskan bahwa di antara
tujuh golongan yang kelak mendapat payung dari Allah di hari Mahsyar ialah
orang yang hatinya tertambat di masjid.
Jadi,
tidak sepatutnya pemuda Muhammadiyah meremehkan ibadah di masjid ini. Kenapa
sering muncul pemuda nakal? Kadang malah sudah bodoh, bermasalah lagi. Menurut
salah seorang pakar pendidikan, penyebabnya ada tiga. Pertama, dia jauh dari
masjid. Kedua, dia jauh dari Kitab Suci. Ketiga, dia jauh dari orang alim.
Benar. Dalam kenyataan sehari-hari, pemuda atau bahkan siapa saja yang jauh
dari ketiga hal itu kerap kerontang motivasi iman dan ilmunya. Sering bertindak
di luar kontrol agama dan moral, karena memang kekurangan vitamin jiwa.
Terakhir,
tapi tidak kalah penting, adalah selektif memilih teman. Tidak sedikit pemuda
gagal juga disebabkan salah pilih teman. “Seseorang itu mengikuti agama
temannya. Hendaklah setiap kamu memperhatikan siapa temannya,” tutur Rasulullah
saw dalam Hadits sahih. Maka jangan lagi mengira bahwa memilih teman itu wujud
sikap pongah. Sama sekali bukan. Memilih teman yang baik adalah ajaran Islam.
Kinilah
saatnya masjid-masjid kita ramai oleh jamaah pemuda, bukan hanya kaum tua. Kita
lakukan upaya-upaya di atas dengan ikhlas dan istiqamah. Menjadi baik, haruskah
menunggu tua?•
Semoga
Manfaat, kami mengajak anda bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>> Layanan Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti Asuhan
Muhammadiyah Cabang Krembangan :
1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493
08
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
> SMS Center :
0822 3182 1721
( Bp Untung S ) - 0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet )
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !