Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat Datang di Blog kami semoga Bermanfaat..aamiin.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Tuntunan Qurban ( Tentang Penyembelihan Hewan Qurban )

1. Waktu Penyembelihan
Penyembelihan hewan kurban dimulai setelah selesai khutbah Idul adha sampai dengan berakhirnya hari tasyriq, yaitu terbenamnya matahari tanggal 13 Zulhijjah. Dasarnya adalah hadis Nabi Muhammad saw.:
Artinya: “Dari al-Bara' bin ‘Azib r.a. [diriwayatkan], ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa saja yang menyembelih (binatang kurban) sebelum shalat (Id), maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan siapa saja yang menyembelih setelah shalat (Id), maka telah sempurna ibadah kurbannya dan sesuai dengan ibadah kaum muslimin” [Muttafaq ‘alaih].
Artinya: “Dari Jubair bin Mun’im r.a. [diriwayatkan], bahwa Nabi saw. bersabda: … Semua hari tasyriq adalah waktu penyembelihan (hewan kurban)” [HR Ahmad].

2. Siapa Penyembelihnya?
Penyembelih hewan kurban diutamakan ialah orang yang berkurban sendiri, sesuai dengan perbuatan Nabi
Muhammad saw.. Namun demikian tidak ada larangan mewakilkannya kepada orang lain. Hadis Nabi saw.:
Artinya: “Dari Anas [diriwayatkan], ia berkata: Nabi saw. telah berkurban dengan dua ekor kibas (domba) yang enak dipandang mata lagi mempunyai tanduk, beliau menyembelih sendiri dengan membaca basmalah dan takbir, kemudian meletakkan kakinya di atas leher kedua kibas itu” [HR al-Bukhari dan Muslim].
Artinya: “Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Nabiyullah saw. memerintahkan agar ia melaksanakan kurban beliau dan memerintahkan pula agar ia membagikan semua daging, kulit dan pakaiannya pada orang-orang miskin dan tidak memberikan sedikitpun dari hewan kurban dalam pekerjaan jagal” [HR al-Bukhari dan Muslim].
3. Alat untuk Menyembelih
Semua jenis alat yang dapat digunakan untukmenyembelih hewan, seperti pisau, parang dan sejenisnya, dibolehkan untuk menyembelih hewan kurban, kecuali gigi, kuku dan tulang. Hadis Nabi saw.:
Artinya: “Dari Rafi‘ bin Khudaij r.a. [diriwayatkan], ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apa saja alat yang dapat menumpahkan darah dan disebut nama Allah (ketika menyembelih), maka makanlah (dagingnya). Asal (alat itu) bukan gigi dan kuku. Akan kuberitahukan kepadamu tentang itu. Adapun gigi itu adalah tulang dan kuku adalah pisau orang Habasyah” [Muttafaq Alaih].
Alat penyembelih tersebut haruslah tajam sebagai bentuk “ihsan” dalam penyembelihan. Hadis Nabi saw.:
Artinya: “Dari Syaddad ibn Aus r.a. [diriwayatkan], ia berkata: Ada dua hal yang senantiasa aku jaga yang berasal dari Rasulullah saw.. Beliau bersabda: Allah memerintahkan untuk berbuat “ihsan” terhadap segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, maka membunuhlah dengan cara yang baik dan apabila kamu menyembelih, maka menyembelihlah dengan cara yang baik. Dan hendaklah ia mengasah pisaunya agar baik penyembelihannya” [HR Muslim].
4. Bagian Tubuh Hewan yang Disembelih
Bagian tubuh hewan yang disembelih adalah tepat pada leher atau tenggorokan dengan memutus dua urat
nadi hewan tersebut.
5. Menghadapkan Hewan Kurban ke Arah Kiblat dan Membaca Doa Penyembelihan
Sebelum disembelih, hewan kurban dihadapkan ke arah kiblat dan dibacakan doa penyembelihan, sesuai
dengan petunjuk Nabi Muhammad saw.: Artinya: “Dari Jabir bin Abdillah al-Anshary [diriwayatkan]

bahwa Rasulullah saw. menyembelih dua kibas pada hari penyembelihan. Ketika beliau menghadapkan (ke arah kiblat) kedua kibas tersebut beliau berdo’a; “Inni wajjahtu wajhiya lil-ladzii fatharas-samaawaati wal-ardla haniifan muslima, wa maa ana minal-musyrikiin, inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil-‘aalamiin, laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minalmuslimiiin, Allaahumma minka wa laka wa ‘an Muhammad wa Ummatihi, bismillahi Allahu Akbar” (Sesungguhhnya aku hadapkan wajahku kepada Zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tulus ikhlas dan menyerahkan diri dan aku bukanlah golongan orang-orang musyrik.Sesungguhnya salatku, pengabdianku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah Zat yang menguasai alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikian aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. Ya Allah (qurban ini) dari-Mu dan untuk-Mu dan dari Muhammad dan umatnya, dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar). Kemudian beliau menyembelih” [HR Abu Dawud].


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Monggo Sarang & Kritiknya !