1. Waktu Penyembelihan
Penyembelihan hewan
kurban dimulai setelah selesai khutbah Idul adha sampai dengan berakhirnya hari
tasyriq, yaitu terbenamnya matahari tanggal 13 Zulhijjah. Dasarnya adalah
hadis Nabi Muhammad saw.:
Artinya: “Dari al-Bara' bin ‘Azib
r.a. [diriwayatkan], ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa saja yang menyembelih
(binatang kurban) sebelum shalat (Id), maka sesungguhnya ia menyembelih untuk
dirinya sendiri, dan siapa saja yang menyembelih setelah shalat (Id), maka
telah sempurna ibadah kurbannya dan sesuai dengan ibadah kaum muslimin” [Muttafaq ‘alaih].
Artinya: “Dari Jubair bin Mun’im
r.a. [diriwayatkan], bahwa Nabi saw. bersabda: … Semua hari tasyriq adalah
waktu penyembelihan (hewan kurban)” [HR Ahmad].
2. Siapa
Penyembelihnya?
Penyembelih hewan
kurban diutamakan ialah orang yang berkurban sendiri, sesuai dengan perbuatan
Nabi
Muhammad saw.. Namun
demikian tidak ada larangan mewakilkannya kepada orang lain. Hadis Nabi saw.:
Artinya: “Dari Anas [diriwayatkan],
ia berkata: Nabi saw. telah berkurban dengan dua ekor kibas (domba) yang enak dipandang
mata lagi mempunyai tanduk, beliau menyembelih sendiri dengan membaca basmalah
dan takbir, kemudian meletakkan kakinya di atas leher kedua kibas itu” [HR al-Bukhari dan
Muslim].
Artinya: “Ali bin Abi Thalib
menceritakan bahwa Nabiyullah saw. memerintahkan agar ia melaksanakan kurban
beliau dan memerintahkan pula agar ia membagikan semua daging, kulit dan
pakaiannya pada orang-orang miskin dan tidak memberikan sedikitpun dari hewan
kurban dalam pekerjaan jagal” [HR al-Bukhari dan Muslim].
3. Alat untuk
Menyembelih
Semua jenis alat yang
dapat digunakan untukmenyembelih hewan, seperti pisau, parang dan sejenisnya, dibolehkan
untuk menyembelih hewan kurban, kecuali gigi, kuku dan tulang. Hadis Nabi saw.:
Artinya: “Dari Rafi‘ bin Khudaij
r.a. [diriwayatkan], ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apa saja alat yang dapat
menumpahkan darah dan disebut nama Allah (ketika menyembelih), maka makanlah
(dagingnya). Asal (alat itu) bukan gigi dan kuku. Akan kuberitahukan kepadamu tentang
itu. Adapun gigi itu adalah tulang dan kuku adalah pisau orang Habasyah” [Muttafaq Alaih].
Alat penyembelih
tersebut haruslah tajam sebagai bentuk “ihsan” dalam penyembelihan. Hadis Nabi
saw.:
Artinya: “Dari Syaddad ibn Aus
r.a. [diriwayatkan], ia berkata: Ada dua hal yang senantiasa aku jaga yang berasal
dari Rasulullah saw.. Beliau bersabda: Allah memerintahkan untuk berbuat “ihsan”
terhadap segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, maka membunuhlah dengan cara
yang baik dan apabila kamu menyembelih, maka menyembelihlah dengan cara yang
baik. Dan hendaklah ia mengasah pisaunya agar baik penyembelihannya” [HR Muslim].
4. Bagian Tubuh Hewan
yang Disembelih
Bagian tubuh hewan yang
disembelih adalah tepat pada leher atau tenggorokan dengan memutus dua urat
nadi hewan tersebut.
5. Menghadapkan Hewan
Kurban ke Arah Kiblat dan Membaca Doa Penyembelihan
Sebelum disembelih,
hewan kurban dihadapkan ke arah kiblat dan dibacakan doa penyembelihan, sesuai
dengan petunjuk Nabi Muhammad saw.: Artinya: “Dari
Jabir bin Abdillah al-Anshary [diriwayatkan]
bahwa Rasulullah saw.
menyembelih dua kibas pada hari penyembelihan. Ketika beliau menghadapkan (ke
arah kiblat) kedua kibas tersebut beliau berdo’a; “Inni wajjahtu wajhiya
lil-ladzii fatharas-samaawaati wal-ardla haniifan muslima, wa maa ana
minal-musyrikiin, inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi
Rabbil-‘aalamiin, laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minalmuslimiiin,
Allaahumma minka wa laka wa ‘an Muhammad wa Ummatihi, bismillahi Allahu Akbar” (Sesungguhhnya
aku hadapkan wajahku kepada Zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan
tulus ikhlas dan menyerahkan diri dan aku bukanlah golongan orang-orang
musyrik.Sesungguhnya salatku, pengabdianku, hidupku dan matiku adalah untuk
Allah Zat yang menguasai alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikian
aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. Ya Allah (qurban ini) dari-Mu
dan untuk-Mu dan dari Muhammad dan umatnya, dengan menyebut nama Allah, Allah
Maha Besar). Kemudian beliau menyembelih” [HR Abu Dawud].




Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !