Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat Datang di Blog kami semoga Bermanfaat..aamiin.

Jumat, 11 Agustus 2017

Sambut Bulan Dzulhijjah....

I. IBADAH DI BULAN ZULHIJJAH :
 Sesuai dengan tuntunan agama Islam, umat Islam dirasa perlu untuk menghidupkan amal-amal sunnah pada bulan Zulhijjah. Bagaimana pun juga, meskipun hanya merupakan amalan sunnah, sangat disayangkan apabila kaum Muslimin melewatkannya begitu saja. Melalui amal-amal sunnah inilah, kecintaan Allah kepada hamba-Nya akan semakin bertambah. Janji Allah akan berlimpahnya pahala amalan sunnah, khususnya kurban sebagai wujud ketakwaan, tentu bukanlah sebuah omong kosong. Sehingga sudah sepantasnyalah setiap orang Islam berlomba-lomba untuk dapat menjalankannya sebaik yang ia bisa dan sekuat yang ia mampu.
Berikut amlalan yang sangat dianjurlan :

A. Memperbanyak Amal Saleh
Rasulullah saw. memberikan tuntunan agar pada awal-awal bulan Zulhijjah umat Islam meningkatkan amal saleh dan memperbanyak bacaan tahlil, tahmid dan takbir.
Hal ini berdasarkan hadis-hadis Nabi saw. sebagai berikut:
Artinya: “Dari Ibnu Abbas [diriwayatkan bahwa], sesungguhnya Nabi saw. bersabda: Tiada hari-hari yang amal saleh lebih disukai Allah ‘Azza wa Jalla (mengerjakannya) daripada hari hari ini, yaitu hari-hari sepuluh (permulaan bulan Zulhijjah). Para Sahabat bertanya: Ya Rasulullah, bahkan berjihad di jalan Allah sekalipun? Beliau bersabda: Benar, bahkan berjihad di jalan Allah sekalipun, kecuali orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak satupun dari keduanya yang kembali (mati syahid)” [HR Jamaah ahli hadis kecuali Muslim dan an-Nasai]
Artinya: “Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. [diriwayatkan bahwa] beliau bersabda: Tiada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk beribadat kepada-Nya daripada sepuluh hari (permulaan) bulan Zulhijjah, berpuasa setiap hari sebanding dengan puasa satu tahun dan shalat pada malam harinya sama dengan shalat pada Lailatul-Qadar” [HR at-Turmudzi, Ibnu Majah dan al-Baihaqi].

B. Puasa Arafah
Puasa Arafah ialah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Zulhijjah, pada saat kaum muslimin yang sedang menunaikan ibadah haji wukuf di Padang Arafah. Sedangkan bagi kaum muslimin yang sedang wukuf di Arafah dilarang berpuasa. Puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yang lalu dan yang akan datang. Hal ini berdasarkan pada hadis berikut:
Artinya: “Dari Qatadah [diriwayatkan bahwa], sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yang lalu dan yang akan datang, sedang puasa hari Asyura dapat menghapus dosa tahun yang lalu” [HR Jamaah ahli hadis kecuali al-Bukhari dan at-Turmudzi].
Artinya: “Dari Abu Hurairah [diriwayatkan bahwa], ia berkata: Rasulullah saw. melarang puasa pada hari Arafah bagi orang yang sedang (wukuf) di Arafah” [HR Ahmad dan Abu Dawud].

C. Takbir Idul adha
Takbir adalah ekspresi kesadaran terhadap keagungan asma Allah dan kenisbian manusia di hadapan-Nya serta sebagai tanda syukur atas petunjuk yang diberikan-Nya. Takbir juga merupakan syiar agama Islam. Takbir dapat dilakukan di masjid-masjid, di rumah-rumah dan di jalan-jalan, baik oleh mereka yang mukim maupun mereka yang musafir. Dalam pelaksanaan takbir (di masyarakat lebih dikenal dengan sebutan takbiran) umat Islam diharapkan tetap dapat menjaga ketertiban umum. Ucapan takbir itu adalah;
Allaahu akbar Allaahu akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha besar, Allah Maha besar dan segala puji bagi Allah.”
Ucapan takbir tersebut didasarkan pada hadis berikut:
Artinya: “Dari Salman [diriwayatkan bahwa], ia berkata: Bertakbirlah dengan: Allaahu akbar, Allaahu akbar kabiiran. Dan dari Umar dan Ibnu Mas‘ud [diriwayatkan]: Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd” [HR ‘Abdur-Razzaaq, dengan sanad sahih].
Adapun waktu bertakbir menjelang Iduladha, sudah dapat dimulai sejak sesudah subuh hari Arafah dan diakhiri sebelum maghrib hari tasyriq yang ke-3 (13 Zulhijjah). Hal ini sesuai dengan Keputusan Muktamar Tarjih XX tahun 1976 di Garut Jawa Barat (Tanfiz Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 1977 No. C/1-0175/77), berlandaskan pada hadis berikut: Artinya: “Dari Jabir ibn Abdillah [diriwayatkan bahwa], Nabi
saw. membaca takbir sejak sesudah shalat subuh pada hari Arafah sampai Asar hari tasyriq terakhir” [HR al-Baihaqi dan ad-Daruquthni]. Diriwayatkan juga dari al-Hakim dari jalan lain dari Qathur ibnu Khalifah dari Abi Fadlah, dari Ali dan Ammar, al-Hakim berkata: riwayat tersebut sahih lagi dibenarkan oleh perbuatan Umar, Ali, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas’ud.

D. Shalat Idul adha
Iduladha disebut juga ‘Idul-Qurban atau hari raya kurban, karena pada hari itu dilaksanakan ibadah kurban, yaitu menyembelih hewan ternak yang sudah ditentukan. Iduladha dirayakan dengan mengerjakan shalat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban. Ibadah ini disyariatkan pada tahun pertama Nabi Muhammad saw. sampai di Madinah. Disebutkan dalam hadis sebagai berikut:
Artinya: “Dari ‘Aisyah [diriwayatkan bahwa], ia mengatakan: Rasulullah saw. bersabda: Idulfitri adalah hari ketika orang berbuka puasa dan Iduladha adalah hari ketika orang menyembelih kurban” [HR at-Turmudzi].
Artinya: “Dari Anas Ibnu Malik [diriwayatkan] ia berkata:Rasulullah saw. tiba di Madinah (dan beliau melihat) mereka mempunyai dua macam hari yang mereka meriahkan dengan permainan. Beliau bertanya: Hari apa ini? Mereka menjawab: Di zaman Jahiliyah kami memeriahkannya dengan permainan. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari ini untuk kamu dengan yang lebih baik, yaitu Iduladha dan Idulfitri” [HR Abu Dawud dan an-Nasa’i].


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Monggo Sarang & Kritiknya !