Assalamu alaikum wr wb.
Saya Puji, suami saya sudah 40 hari meninggal dan setiap sore saya selalu
datang ke makam suami saya untuk membaca surat Yasin dan membaca Al-Qur’an
untuk almarhum suami saya. Pertanyaannya, apakah doa dan ngaji saya bisa sampai
ke almarhum suami saya, dan bisa meringankan siksa kuburnya? Mohon dijelaskan
agar saya paham.
Wassalamu alaikum wr wb.
Puji A.E. Junaedi, endangjunaedi37@xxxxx.com
![]() |
| Bazar Sembako Anak Asuh Panti Asuhan KH. A. Dahlan & Nyai Walidah |
Jawaban:
Wa alaikumus salam wr wb.
Terima kasih atas pertanyaan yang saudari ajukan. Pertanyaan yang serupa
sebenarnya sudah sering ditanyakan dan sudah pernah dijawab oleh Tim Fatwa
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah dimuat dalam
buku Tanya Jawab Agama jilid 1 yang diterbitkan oleh penerbit Suara Muhammadiyah.
Tim Fatwa Agama berpendapat bahwa bacaan Al-Qur’an, baik itu surat Yasin maupun
surat lain yang dihadiahkan untuk si mayit tidak sampai pahalanya kepadanya
karena beberapa alasan, antara lain:
Pertama,
tidak terdapat ayat Al-Qur’an atau Hadits Nabi Muhammad saw yang dapat
dijadikan dasar yang kuat untuk melakukannya. Bahkan di dalam Al-Qur’an Allah
menyatakan bahwa manusia tidak akan memperoleh balasan di akhirat melainkan apa
yang diusahakannya sendiri ketika masih di dunia. Firman-Nya:
> “ Dan bahwasanya seorang
manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya
usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan
kepadanya dengan balasan yang paling sempurna (Qs. An-Najm [53]: 39-41)
Dalam ayat yang lain Allah berfirman:
> Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari
kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya. (Qs. Al-Baqarah [2]: 286)
> Tiap-tiap diri bertanggung
jawab atas apa yang telah diperbuatnya. (Qs. Al-Mudatstsir [74]: 38)
Berdasarkan ayat ini, Imam asy-Syafi’i dan pengikutnya mengambil kesimpulan
hukum bahwa bacaan (Al-Qur’an) tidak sampai jika pahalanya dihadiahkan kepada
mayat. Hal ini karena ia bukan amal dan jerih payahnya. Ketika seseorang
meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga hal,
sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam Hadits:
> Dari Abu Hurairah ra.
(diriwayatkan) bahwasanya Nabi saw bersabda: Ketika seseorang mati, maka
amalannya akan berhenti kecuali tiga (amalan); shadaqah jariyah, ilmu yang
bermanfaat atau anak shalih yang mendoakan. [H.R. Muslim no. 1631].
Di dalam sebuah Hadits, Rasulullah saw memberi peringatan agar kita tidak
melakukan hal-hal yang tidak ada tuntunannya. Hadits tersebut berbunyi:
> Dari Aisyah ra (diriwayatkan
bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang mengada-adakan
sesuatu dalam agama kita ini yang tidak berasal darinya maka perbuatan itu
ditolak.” [H.R. al-Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718]
Kedua, para sahabat tidak melakukan hal itu karena memang
tidak ada tuntunannya dari Al-Qur’an dan Hadits.
Ketiga,
tidak bisa dipastikan, apakah ketika seseorang membaca Al-Qur’an itu ia
mendapat pahala sehingga bisa menghadiahkan pahala tersebut kepada orang lain
atau tidak.
Keempat, menganut pendapat sampainya pahala bacaan kepada orang lain sering
kali berakibat negatif, yaitu orang yang kurang beramal shalih mengharapkan
hadiah pahala dari orang lain.
Adapun mendoakan orang
yang sudah meninggal dunia itu ada tuntunannya :
Doa orang-orang beriman
diterima oleh Allah dan pahalanya akan sampai kepada mayit jika ia beriman.
Allah SwT berfirman:
> Dan orang-orang yang datang
sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: Ya Rabb kami, beri
ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami,
dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang
yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha
Penyayang (Qs. Al-Hasyr [59]: 10)
Setiap selesai menguburkan jenazah,
Rasulullah saw berdiri di sisi makam seraya bersabda:
Hendaklah kalian memohonkan
ampunan bagi saudara kalian dan mohonkanlah keteguhan hati baginya, karena
sekarang dia sedang ditanya [HR Abu Dawud no. 3221]
Beliau juga mengajarkan doa ketika menziarahi kubur:
> Kesejahteraan atas kalian
wahai para penghuni kubur dari orang-orang mukmin dan muslim, sesungguhnya kami
insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon afiat kepada Allah bagi kami dan
kamu sekalian [HR Muslim no. 104]
Memperhatikan alasan-alasan di atas, maka lebih baik kita tidak melakukan yang
tidak ada tuntunannya, dan mencukupkan diri dengan yang jelas ada tuntunannya,
yaitu mendoakan orang yang meninggal dunia.
Dalam kitab al-Umm bab Shadaqahnya orang yang hidup dari mayit (4/126,
Daarul Ma’rifah-Beirut) disebutkan:
> Ar-Rabi’ bin Sulaiman mengabarkan
kepada kami, ia berkata, asy-Syafi’i menceritakan kepada kami dengan imlaa
bahwa beliau berkata: Mayit akan mendapatkan pahala dari perbuatan orang lain
dalam 3 perkara yaitu, haji yang
ditunaikan untuk mayit (badal haji), harta yang disedekahkan atas namanya atau
yang dibayarkan dan doa. Adapun selain itu berupa shalat dan puasa, maka
pahalanya (hanya) untuk pelakunya, tidak untuk mayit.
Wallahu a’lam bish-shawab.•
Semoga Manfaat, kami
mengajak anda bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>>
Layanan Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Krembangan :
1. BRI unit
Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493
08
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
> SMS Center :
0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet ) – 0822 4526
5090 ( Bp. Tulus )






Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !