Tragedi Kemanusiaan yang dialami
Muslim Rohingya mengunggah simpati dan kepedulian di berbagai daerah tidak
terkecuali Jawa Timur, sejak seminggu yang lalu Muhammadiyah melalui Lazismu
telah menggalang dana kemanusiaan untuk rohingya dengan semangat membantu untuk
sesama.
Tabulasi perolehan dana
kemanusiaan untuk rohingya hingga pagi ini 11 September 2017 secara nasional
telah mencapai 3,5 Miliar yang dihimpun dari Lazismu berbagai daerah di Indonesia
dan terus akan bergerak mengumpulkan donasi
Yang menarik adalah wilayah yang
paling banyak mengumpulkan donasi adalah dari Muhammadiyah Jawa Timur , melalui
Lazismu wilayah Jatim telah terkumpul donasi kemanusiaan untuk rohingya senilai
1 Miliar lebih tentu ini pencapaian yang patut diapresiasi bahwa kepercayaan
masyarakat menyalurkan donasi lewat Muhammadiyah cukup tinggi.
Untuk wilayah Jawa Timur
donasi rohingya terbanyak dikumpulkan oleh Muhammadiyah Lamongan disusul
Muhammadiyah Kota Surabaya, publikasi dan update laporan penerimaan dana
kemanusiaan ini sebagai bentuk transparansi dan memotivasi untuk lebih massif
menggalang bantuan untuk saudara – saudara kita di Rohingya
Lebih Dari 4000 Massa Aksi Serukan
Pembebasan Etnis Rohingya Dari Ketertindasan
Dilansir dari pwmu.co, Aksi yang
diinisiasi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya ini juga disertai
dengan penggalangan dana untuk etnis rohingnya yang terusir dari tanah air
mereka sendiri. Untuk mengerahkan massa, PDM Surabaya menerbitkan surat
instruksi kepada pimpinan amal usaha, baik kesehatan, sekolah, maupun panti
asuhan.
Selain
dari internal Persyarikatan, aksi ini juga diikuti oleh ormas-ormas Islam,
FSLDK, KAMMI, KNPI, IMM, PDNA, IPM dan tokoh-tokoh lintas agama. H.M.Arif An
koordinatir aksi, menyampaikan bahwa aksi ini adalah bentuk kepedulian warga
Surabaya sebagai sesama manusia.
“Jangan
ada perilaku yang melanggar hak- hak asasi manusia. Kami mohon kepada
pemerintah myanmar untuk menghentikan aksinya. Kami juga berterima kasih kepada
pemerintah Indonesia yang telah mengutus Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi.
Tapi kami juga berharap agar Presiden Jokowi bisa turun langsung,”
tegasnya.
Sementara
itu Ketua Majelis Budhayana Indonesia di Surabaya, UP Irwan Ponto, dalam orasi
kemanusiannya meminta pemerintah Myanmar menyudahi perilaku penganiayaan
terhadap etnis Rohingnya.
“Kami
sebagai ummat budha di Indonesia merasa sangat malu melihat Myanmar yang notabene
adalah negara yang mayoritas agamanya Budha, namun tidak mencerminkan sifat
kasih sayang terhadap sesama,” katanya dengan berapi-berapi.
Sementara
itu, Ketua Majelis Pelayanan Sosial Muhammadiyah Ferry Yudi kepada pwmu.co
menyampaikan, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya siap menampung anak-anak
pengungsi Rohingya.
“Kami
panti Muhammadiyah di Surabaya siap menampung anak-anak tersebut. Panti bayi
juga punya,” tandas Ferry Yudi yang juga Wakil Sekretaris Bidang Sosial
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur. (fyas/ilmi/Mr)




Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !