| Silaturrahim Donatur Panti Asuhan KH. A. Dahlan |
Pertanyaan
dari: Achdiyat Haroen Rasyid, NBM. 721398
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dalam buku tuntunan Merawat Jenazah yang diterbitkan oleh
MPKSDI PP Muhammadiyah halaman 46, disebutkan bahwa mengubur jenazah dalam satu
liang kubur boleh lebih dari satu jenazah. Mengapa alasannya tidak ada
larangan, padahal ibadah itu dasarnya perintah?
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jawaban:
Alasan yang membolehkan mengubur lebih dari satu jenazah
dalam satu liang kubur itu –selain tidak ada larangan mengenainya–, hal
tersebut juga pernah dilakukan oleh Nabi saw sendiri. Simak dua hadits sahih riwayat
Imam al-Bukhari berikut:
عَنْ جَابِرِ بْنِ
عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ كَانَ يَجْمَعُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ مِنْ قَتْلىَ أُحُدٍ فِي ثَوْبٍ
وَاحِدٍ، ثُمَّ يَقُولُ: أَيُّهُمْ أَكْثَرُ أَخْذًا لِلْقُرْآنِ؟ فَإِذَا أُشِيرَ
لَهُ إِلَى أَحَدِهِمَا قَدَّمَهُ فِي اللَّحْدِ وَقَالَ: أَنَا شَهِيدٌ عَلَى
هَؤُلاَءِ. وَأَمَرَ بِدَفْنِهِمْ بِدِمَائِهِمْ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِمْ وَلَمْ
يَغْسِلْهُمْ. [رواه البخاري]
Artinya: “Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a. bahwa Rasulullah saw
mengumpulkan di antara dua orang laki-laki dari korban (perang) Uhud di dalam
satu kain kemudian beliau bertanya: ‘Siapakah di antara keduanya yang lebih
banyak pengetahuannya tentang Al-Qur’an?’ Jika ditunjukkan kepada beliau salah
seorang dari keduanya, beliau mendahulukannya di dalam liang lahad, lalu beliau
bersabda: ‘Aku menjadi saksi bagi mereka’. Kemudian beliau menyuruh untuk
mengubur mereka dengan darah mereka dan beliau tidak menyalatkan serta tidak
memandikan mereka.” [HR.
al-Bukhari]
Dan sabda beliau:
عَنْ جَابِرِ بْنِ
عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُولُ لِقَتْلىَ أُحُدٍ: أَيُّ هَؤُلاَءِ أَكْثَرُ أَخْذًا
لِلْقُرْآنِ؟ فَإِذَا أُشِيرَ لَهُ إِلَى رَجُلٍ قَدَّمَهُ فِي اللَّحْدِ قَبْلَ
صَاحِبِهِ. [رواه البخاري]
Artinya: “Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a.: Rasulullah saw
bertanya tentang korban (perang) Uhud: ‘Siapakah di antara mereka yang paling
banyak pengetahuannya tentang Al-Qur’an?’ Jika ditunjukkan kepada beliau salah
seorang laki-laki, beliau mendahulukannya di dalam liang lahad sebelum
kawannya.” (HR.
al-Bukhari).
Dua hadis di atas cukup menjadi dalil bahwa menguburkan
lebih dari satu jenazah di dalam satu liang lahad itu dibenarkan. Jadi menurut
tuntunan syariat, dalam keadaan normal sedapat mungkin satu liang lahad
diperuntukkan bagi satu jenazah.
Namun dalam kondisi tertentu atau dalam keadaan darurat
seperti terjadi musibah gempa bumi, kebakaran, kapal tenggelam, perang dan lain
sebagainya, satu liang lahad boleh dipakai untuk lebih dari satu jenazah.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Semua pertanyaan dijawab oleh Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid
PP Muhammadiyah
e-mail: tarjih_ppmuh@yahoo.com
Semoga
Manfaat, kami mengajak anda bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>> Layanan Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti Asuhan
Muhammadiyah Cabang Krembangan :
1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493
08
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
> SMS Center :
0822 3182 1721 ( Bp Untung S ) - 0815 1518
3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet )
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !