![]() |
| Pengajian Rutin Anak Asuh Panti Asuhan oleh Ustdz. Nasichuddin |
Jadi
harus ada komitmen bersama dalam sebuah keluarga itu. Karena ada suami dan
istri, ada ayah dan ibu. Jadi ayah dan ibu ini harus bersama-sama dalam
mengelola dan membangun keluarga itu sendiri agar bisa terbentuk keluarga yang
sakinah.
Pada
intinya semuanya harus dikelola secara bersama-sama antara ayah dan ibu.
Apalagi jika ibunya adalah seorang wanita yang aktif dan berkarir di luar
rumah, harus didukung penuh oleh suami. Karena, itu akan memiliki implikasi
terhadap pengelolaan urusan domestik ketika si Ibu beraktivitas di luar rumah.
Jadi, ketika seorang ibu keluar rumah atau melakukan berbagai aktivitas di luar
rumah, istri harus bisa memastiikan bahwa segala urusan domestik tidak
terbengkalai. Terutama sekali dengan urusan membesarkan dan mendidik anak-anak,
sangat penting adanya komitmen bersama antara ayah dan ibu.
Jika ayah
berada di luar rumah dan ibu di luar rumah pula, lalu bagaimana strateginya
agar urusan pendidikan anak-anak tetap menjadi prioritas. Saya juga menggaris
bawahi masalah keadilan dan kesetaraan gender di Indonesia, terkait dengan
domestifikasi peran wanita dalam keluarga. Adanya gender stereotype yang bias
itu yang harus diluruskan. Jadi perempuan tidak akan mampu mengembangkan
dirinya secara maksimal di luar rumah apabila tidak didukung penuh oleh anggota
keluarga. Terutama suami dan anak-anak, selain itu juga anggota keluarga besar
lainnya. Misalnya adalah orang tuanya ataupun saudara-saudaranya yang lain.
Jadi ini memang merupakan sebuah proses yang harus dikelola secara bersamaan
antara ayah dan ibu, suami dan istri.
Komitmen dalam Membangun Keluarga ( 2 )
Warsiti,
S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat, Ketua STKES Aisyiyah Yogyakarta
Bagaimanapun
juga harus dipahami bahwa keluarga itu adalah tempat belajar pertama bagi anak.
Sebagai tempat penanaman nilai-nilai, budaya, dan sebagainya seperti
aturan-aturan. Semua itu berangkat dari keluarga. Bagi saya sendiri, keluarga
akan menjadi sebuah pendorong bagi kita agar bisa beraktivitas di luar, untuk
menunjukkan eksistensi diri kita.
Dalam hal
ini agar semuanya mampu berjalan beriringan, yaitu kita mampu berekspresi di
luar rumah dan tetap mampu membangun keluarga sebagai kewajiban kita. Dan
menurut hemat saya yang kita butuhkan adalah komitmen. Komitmen ini tidak bisa
tiba-tiba muncul di tengah-tengah melakukan segala kegiatan, namun harus
dimulai bahkan sebelum bisa memulai segala aktivitas saya di luar rumah, dan
mengekspresikan diri. Melainkan, komitmen yang dibangun dengan pasangan itu
dibangun sejak awal.
Sehingga
komitmen antara pasangan inilah yang nantinya akan kita jadikan pegangan ketika
berkiprah di luar rumah. Termasuk ketika anak sudah lahir, tentunya kewajiban
mendidik dan mengasuh anak bukan hanya menjadi tanggungan satu pihak saja
seperti ibu atau ayah saja, namun keduanya harus berperan. Harus ada
kesepakatan di antara ayah dan ibu. Apalagi kini dengan berkembangnya teknologi
digital dan segala macamnya, harus ada pengawasan untuk anak mengenai
penggunaan gadget dan segala perangkatnya. Mungkin berbeda ketika si anak masih
balita, karena pengeruh yang akan diterimanya tentunya tidak sebesar ketika
sudah usia SD dan selanjutnya. Selain itu pula, untuk mensiasati waktu aktivitas
di luar yang juga adalah kebutuhan kita. Untuk mendidik anak di dalam keluarga
yang juga penting adalahmanagement waktu yang baik. Bagaimana seorang
ibu, ayah serta anggota keluarga seperti kakak atau dan adik mampu membagi
waktu untuk saling membantu tugas keluarga. Tentunya harus dibarengi dengan
adanya komunikasi yang baik antara anggota keluarga satu dengan lainnya. Dalam management waktu sendiri, kita yang memiliki
kewajiban dalam mendidik keluarga seharusnya bisa memaksimalkan waktu yang kita
miliki ketika ada di kantor atau di luar rumah untuk benar-benar kita gunakan
membereskan segala yang ada.
Agar
waktu kita ketika ada di tengah keluarga tidak berkurang. Jika memang terpaksa
dibawa ke rumah, sebisa mungkin tidak mengganggu waktu yang sudah dialokasikan
untuk berkumpul bersama keluarga. Selain itu, ketika sesekali ada urusan
keluarga dan karir yang berbenturan, kita bisa menggunakan prinsip prioritas
dalam memilih yang mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. Sebenarnya, yang
paling penting dari semua yang sudah saya katakan tadi adalah motivasi yang ada
di dalam diri, apakah kita ingin berusaha untuk mengupayakan agar segalanya
mampu berjalan beririgan sesuai porsinya, atau tidak. Karena Insya Allah,
apapun yang kita lakukan di luar rumah adalah untuk keluarga dan masyarakat,
jadi seharusnya tidak mengurangi porsi satu sama lainnya.
Semoga Manfaat, kami mengajak
anda bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>> Layanan
Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Krembangan :
1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493
08
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
> SMS Center :
0822 3182 1721 ( Bp Untung S ) - 0815 1518
3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet )





Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !