Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat Datang di Blog kami semoga Bermanfaat..aamiin.

Minggu, 03 April 2016

" Komitmen dalam Membangun Keluarga "

Pengajian Rutin Anak Asuh Panti Asuhan
oleh Ustdz. Nasichuddin
Dr. Valina Singka Subekti, MSi, Ketua Umum Wanita Syarikat islam
Jadi harus ada komitmen bersama dalam sebuah keluarga itu. Karena ada suami dan istri, ada ayah dan ibu. Jadi ayah dan ibu ini harus bersama-sama dalam mengelola dan membangun keluarga itu sendiri agar bisa terbentuk keluarga yang sakinah.
Pada intinya semuanya harus dikelola secara bersama-sama antara ayah dan ibu. Apalagi jika ibunya adalah seorang wanita yang aktif dan berkarir di luar rumah, harus didukung penuh oleh suami. Karena, itu akan memiliki implikasi terhadap pengelolaan urusan domestik ketika si Ibu beraktivitas di luar rumah. Jadi, ketika seorang ibu keluar rumah atau melakukan berbagai aktivitas di luar rumah, istri harus bisa memastiikan bahwa segala urusan domestik tidak terbengkalai. Terutama sekali dengan urusan membesarkan dan mendidik anak-anak, sangat penting adanya komitmen bersama antara ayah dan ibu.

Jika ayah berada di luar rumah dan ibu di luar rumah pula, lalu bagaimana strateginya agar urusan pendidikan anak-anak tetap menjadi prioritas. Saya juga menggaris bawahi masalah keadilan dan kesetaraan gender di Indonesia, terkait dengan domestifikasi peran wanita dalam keluarga. Adanya gender stereotype yang bias itu yang harus diluruskan. Jadi perempuan tidak akan mampu mengembangkan dirinya secara maksimal di luar rumah apabila tidak didukung penuh oleh anggota keluarga. Terutama suami dan anak-anak, selain itu juga anggota keluarga besar lainnya. Misalnya adalah orang tuanya ataupun saudara-saudaranya yang lain. Jadi ini memang merupakan sebuah proses yang harus dikelola secara bersamaan antara ayah dan ibu, suami dan istri.

Komitmen dalam Membangun Keluarga ( 2 )
Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat, Ketua STKES Aisyiyah Yogyakarta
Bagaimanapun juga harus dipahami bahwa keluarga itu adalah tempat belajar pertama bagi anak. Sebagai tempat penanaman nilai-nilai, budaya, dan sebagainya seperti aturan-aturan. Semua itu berangkat dari keluarga. Bagi saya sendiri, keluarga akan menjadi sebuah pendorong bagi kita agar bisa beraktivitas di luar, untuk menunjukkan eksistensi diri kita.
Dalam hal ini agar semuanya mampu berjalan beriringan, yaitu kita mampu berekspresi di luar rumah dan tetap mampu membangun keluarga sebagai kewajiban kita. Dan menurut hemat saya yang kita butuhkan adalah komitmen. Komitmen ini tidak bisa tiba-tiba muncul di tengah-tengah melakukan segala kegiatan, namun harus dimulai bahkan sebelum bisa memulai segala aktivitas saya di luar rumah, dan mengekspresikan diri. Melainkan, komitmen yang dibangun dengan pasangan itu dibangun sejak awal.
Sehingga komitmen antara pasangan inilah yang nantinya akan kita jadikan pegangan ketika berkiprah di luar rumah. Termasuk ketika anak sudah lahir, tentunya kewajiban mendidik dan mengasuh anak bukan hanya menjadi tanggungan satu pihak saja seperti ibu atau ayah saja, namun keduanya harus berperan. Harus ada kesepakatan di antara ayah dan ibu. Apalagi kini dengan berkembangnya teknologi digital dan segala macamnya, harus ada pengawasan untuk anak mengenai penggunaan gadget dan segala perangkatnya. Mungkin berbeda ketika si anak masih balita, karena pengeruh yang akan diterimanya tentunya tidak sebesar ketika sudah usia SD dan selanjutnya. Selain itu pula, untuk mensiasati waktu aktivitas di luar yang juga adalah kebutuhan kita. Untuk mendidik anak di dalam keluarga yang juga penting adalahmanagement waktu yang baik. Bagaimana seorang ibu, ayah serta anggota keluarga seperti kakak atau dan adik mampu membagi waktu untuk saling membantu tugas keluarga. Tentunya harus dibarengi dengan adanya komunikasi yang baik antara anggota keluarga satu dengan lainnya. Dalam management waktu sendiri, kita yang memiliki kewajiban dalam mendidik keluarga seharusnya bisa memaksimalkan waktu yang kita miliki ketika ada di kantor atau di luar rumah untuk benar-benar kita gunakan membereskan segala yang ada.
Agar waktu kita ketika ada di tengah keluarga tidak berkurang. Jika memang terpaksa dibawa ke rumah, sebisa mungkin tidak mengganggu waktu yang sudah dialokasikan untuk berkumpul bersama keluarga. Selain itu, ketika sesekali ada urusan keluarga dan karir yang berbenturan, kita bisa menggunakan prinsip prioritas dalam memilih yang mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. Sebenarnya, yang paling penting dari semua yang sudah saya katakan tadi adalah motivasi yang ada di dalam diri, apakah kita ingin berusaha untuk mengupayakan agar segalanya mampu berjalan beririgan sesuai porsinya, atau tidak. Karena Insya Allah, apapun yang kita lakukan di luar rumah adalah untuk keluarga dan masyarakat, jadi seharusnya tidak mengurangi porsi satu sama lainnya.

Semoga Manfaat, kami mengajak anda bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>> Layanan Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Krembangan :

1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0

2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493 08

An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.

> SMS Center : 
 0822 3182 1721 ( Bp Untung S ) - 0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet )

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Monggo Sarang & Kritiknya !