Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat Datang di Blog kami semoga Bermanfaat..aamiin.

Selasa, 12 September 2017

Pemuda Muhammadiyah : Hanya Manusia Yang Peduli Dan Mengerti Tentang Rohingya !!!

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah  Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan,  Bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Melaksanakan Aksi Bela Rohingya Termasuk Penggalangan Dana Bersama Aliansi Pemuda Islam OKU Peduli Rohingya , yang juga didalamnya ada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta KAMMI OKU RAYA.
Dalam Kegiatan ini , Juga terdapat dukungan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Marratu Fahri, S.I.P, M.I.P.
Ketua Muhammadiyah OKU menyatakan Dukungannya kepada Angkatan Muda Muhammadiyah untuk Melaksanakan Aksi Bela Rohingya atau Aksi Peduli Rohingya.
“Silahkan Lanjutkan, sebab itu merupakan Syiar Agama, dan Sesuai dengan Tujuan Muhammadiyah, yaitu Berislam, Aksi Bela Rohingya bukan saja tentang Muslim, tapi mengenai Kemanusiaan” tutupnya
Dilain kesempatan, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ogan Komering Ulu Fauzan Qalam Ardhi, A.M.d (Fauzan Azkhan) menyampaikan Orasinya didepan Gedung DPRD Kab.OKU, ia menyatakan Bahwa Aksi ini bukan untuk mencaci Pemimpin, Wakil Rakyat maupun Aparat.
“Aksi Hari ini adalah Aksi Damai, Aksi Kemanusiaan, bukan untuk mencaci pemimpin, wakil rakyat maupun aparat, namun mengajak mereka bersama, agar peduli terhadap rohingya, sesuai dan sejalan apa yang menjadi cita-cita dari Pancasila & UUD 45”.
Adapun pernyataan tragedi Rohingya tidak ada Kaitan Agama , serta Tudingan Aksi Bela Rohingya menggoreng Isu, Fauzan Menjawab Bahwa Tudingan itu salah alamat.
“Sangat tidak benar bila dikatakan tidak ada kaitan agama, bila dikatakan tidak saja masalah agama, namun ada masalah politik, ekonomi etnis dan seterusnya itu baru benar.
Lah biksunya sendiri di forum sudah menyatakan kebenciannya terhadap Islam, khususnya Muslim Rohingya, bahkan menyamakan Muslim dengan Ular Berbisa dan Beracun, Lantas Bagaimana bisa Kejadian ini tidak ada hubungan dengan Agama ?.
Aksi Bela Rohingya adalah Aksi Kemanusiaan, Tudingan Aksi Bela Rohingya adalah Menggoreng isu, itu salah alamat, Presiden Turki , Chechnya Turun Langsung memimpin Aksi Protes, Apa Mereka sedang Menggoreng Isu ?.
Bahkan Paus Paulus, Pemimpin Katholik, Non-Muslim ikut mengecam Myanmar, Apa Paus Paulus juga sedang Menggoreng Isu ?
Memang Hanya Manusia yang Peduli dan Mengerti tentang apa yang terjadi Di Rohingya” Tutupnya. (SP/OKU).




IMM Kutuk Keras Pembantaian Rohingya, Indonesia Harus Tegas Ambil Sikap

Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM) mengutuk keras serta mengecam kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Muslim Rohingya.  Ketua DPP IMM Bidang Tabligh dan Kajian KeIslaman, Kadarisman menyatakan siapapun pihak yang melakukan tindakan pengusiran, pembakaran pemukiman, pemerkosaan serta pembantaian terhadap etnis Muslim Rohingya adalah musuh bersama.
“Kami mengutuk keras siapapun yang terlibat dalam pembantaian itu. Entah itu para biksu, militer atau presiden myanmar sekalipun yang diam terhadap kejahatan & menyatakan dengan tegas bahwa mereka adalah musuh bersama,” katanya seperti dikutip dari rilis.id, Sabtu (2/9/2017).
Di samping itu, Pemerintah Indonesia sedapatkan mungkin membangun komunikasi dengan negara-negara Mayoritas Muslim lainnya untuk meminta kepada PBB agar menjatuhkan sanksi yang berat  terhadap Myanmar.Ia juga meminta Pemerintah Indonesia, diharapkan dapat melayangkan surat pernyataan mengecam dan mengutuk kebiadaban tersebut kepada pemerintah Myanmar. 
“Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Muslin terbesar di dunia harus tanggap dan secara cepat mengambil bagian dalam misi penyalamatan Muslim Rohingya,” jelasnya.
Menurutnya, Aung San Suu Kyi sebagai orang nomor satu di Myanmar harus bertanggungjawab atas kebiadaban yang dilakukan oleh militernya. Kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat yang dilakukan kepada Etnis Muslim Rohingya menunjukkan bahwa Aung San Suu Kyi sudah tidak pantas mendapatkan Nobel perdamaian.
“Mestinya pemimpin negara-negara di dunia, utamanya negara mayortias muslim bersuara untuk mencabut Nobel yang disandangnya. Sebab kekejaman itu cenderung didiamkan oleh Presiden yang konon dijuluki sebagai tokoh Perdamaian tersebut,” paparnya.
Ia juga menyeru kepada Seluruh Rakyat Indonesia terutama warga muslim & kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah agar kiranya dapat membantu mendoakan saudara-saudara muslim Rohingya agar senantiasa diberi kekuatan, keselamatan & perlindungan.(sp/rilis)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Monggo Sarang & Kritiknya !