![]() |
| Program Da'i Muda / Muhadoroh oleh Ananda Nur FD |
Terdengar
suara motor, bunyi lonceng sepeda lalu teriakan anak-anak yang bergembira.
Satu-persatu santri TPA berdatangan. Ada yang diantar ibunya, ada yang ayahnya.
Ada yang naik sepeda sendiri, ada yang berjalan kaki. Mereka membawa tas,
melepas alas kaki lalu berwudlu.
Anak-anak
duduk dengan rapi, berurutan mirp antri, di depan masing-masing meja kayu. Di
belakang meja kayu telah ada remaja atau pemuda dan pemudi yang menjadi guru
mengaji.
Lelaki
berbaju koko putih dan berpeci hitam yang sehari-hari menjadi penjaga masjid
itu ternyata menjadi koordinator para guru ngaji itu. Ia berdiri di
tengah-tengah anak-anak dan memulai kegiatan mengaji dengan berdoa. Setelah
berdoa, dia memberi pengantar sebentar dengan mengucapkan terima kasih kepada
ibu-ibu dan bapak-bapak yang mau mengantar anak-anak mengaji.
“Ibu-ibu
dan bapak-bapak tidak akan merugi dengan mengantar anak-anaknya kesini. Ibu-ibu
dan bapak-bapak yang dengan ikhlas mengorbankan waktunya untuk mengantar dan
menunggu anak-anak mengaji adalah orang tua yang bertanggung jawab terhadap
nasib anak-anaknya di masa depan. Insya Allah, anak-anak ini akan menjadi anak
sholeh yang mampu dan mendoakan ibu-ibu dan bapak-bapak. Nanti, ketika ibu-ibu
dan bapak-bapak sudah meninggal, maka doa anak sholeh inilah yang akan diterima
Allah. Pahala amal sholeh mereka yang didapat ilmunya dari guru ngaji di sini
juga mengalir pada guru ngaji. Kemudian kepada para muhilisin yang telah
menyumbang masjid ini, baik ketika dibangun atau ketika memerlukan peralatan
dan biaya kegiatan mengaji kami pun mengucapkan banyak terima kasih. Insya
Allah, amal jariyahnya akan terus mengalir selama masjid ini dipergunakan untuk
beribadah dan untuk mencari ilmu agama seperti sore ini.
Jadi
setiap sore ada pengajian anak-anak, sesungguhnya di masjid ini bertaburan
pahala-pahala. Pahala yang didapat oleh pengelola masjid, pahala yang didapat
orang tua, pahala yang didapat guru ngaji, pahala yang didapat oleh para
mukhlsin sungguh tidak terhingga. Dan berkat adanya taburan pahala yang amat
banyak itu menyebabkan kita semua tidak bosan-bosannya menyelenggarakan
pengajian anak-anak. Tentu bukan hanya pahala yang kita harapkan, tetapi juga
ridho Allah swt. Dengan adanya ridho Allah maka hidup kita di dunai dan akhirat
akan bahagia, amin,.”
Semua
yang hadir mendengarkan dengan sepenuh hati pidato pengantar dari kordinator
guru ngaji itu. Mereka terharu mendengar pidato yang disampaikan dengan suara
lembut itu. Semua sadar, kegiatan pengajian anak-anak ini memang merupakan
kegiatan yang benar dan baik. Juga merupakan kegiatan yang indah karena
memberikan pengalaman beragama yang indah bagi anak-anak. Akibat positif dari
pidato singkat itu dapat segera terlihat. Anak-anak makin bersemangat mengaji.
Guru ngajinya juga bersemangat memberi petunjuk dan contoh yang benar bagaimana
membaca huru-huruf dan kalimat dalam Al Qur’an. Para orangtua yang menunggu
anak-anaknya mengaji juga makin mantap menunggui anaknya.
Kordinator
guru ngaji itu pulang sebentar. Rumahnya hanya beberapa meter dari masjid. Dia
bersama isterinya menyiapkan minuman teh hangat dan makanan kecil yang nanti
akan disuguhkan kepada para guru ngaji selesai pengajian.
Ketika
semua anak-anak selesai mengaji, mereka diajak menyanyikan lagu pujian bernada
lagu Jawa. Yaitu lagu Allahhumaghfirli. Setelah itu pengajian ditutup.
Anak-anak rumahnya dusun lain segera pulang naik kendaraan. Anak-anak yang asli
berempat tinggal di dusun itu menunggu
adzan Maghrib untuk menjalankan shalat jama’ah Maghrib.
Sambil
menunggu datangnya Maghrib, kordinator guru ngaji ngobrol dengan para guru
ngaji. Sambil minum teh dan mengunyah makanan kecil mereka berbagi pengalaman
dan berbagi ide tentang bagaimana memajukan pengajian anak-anak sore di masjid
itu.
”Jumlah
anak yang mengaji terus meningkat. Sekarang yang hadir di masjid ini berjumlah
delapan puluh anak. Ini adalah amanat dari Allah yang harus kita didik
mendalami ilmu agama dengan sebaik-baiknya. Pada zaman seperti sekarang ini
mengumpulkan anak-anak sejumlah delapan puluh anak untuk mengaji bukanlah hal
yang gampang. Kita perlu mensyukuri semua ini karena kita dengan pertolognan
Allah mampu mengumpulkan anak-anak sebanyak itu,” kata kordinator guru ngaji.
Yang lain
mengangguk-angguk, membenarkan perkataannya. (Mustofa W Hasyim)
Semoga Manfaat, kami
mengajak anda bergabung menjadi Mitra Peduli Sesama :
>>> Layanan
Zakat,Infaq,Shodaqoh Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Krembangan :
1. BRI unit Demak, No Rek . 0880-01-020990-53-0
2. Bank Jatim capem Rajawali, No Rek. 0372 0493
08
An. Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan.
> SMS Center :
0822 3182 1721
( Bp Untung S ) - 0815 1518 3979 ( Bp Hambali ) – 0851 0090 1829 ( Bp. Slamet )




Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Monggo Sarang & Kritiknya !